Membangun Emotional Bonding Pada Anak Usia Dini

Hari ini mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pokja II TPPKK Kecamatan Purwokerto Selatan dengan diisi oleh narsum Ummu Azizah.  Setiap anak yang dilahirkan selalu dalam keaadan suci/ fitrah. Menurut ikatan jiwa yang kuat antara anak – ortu dalam Kisah Nabi Yusuf, Nabi Ibrahim bisa menjadi contoh emotional bonding.

Mengapa emotional bonding itu penting? (QS Ibrahim : 24-25) Perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan pohonnya menjulang kelangit. Dan tidak perlu menunggu sampai dewasa dan bekerja untuk mendapatkan balas jasa.

Jangan memotong tugas sepeti sedang makan, pakai sepatu dll nanti otaknya terbiasa tidak tuntas. Anak itu cerminan kita ketika dia tertekan semua info terblokir yang muncul emosinya.

Teori Perkembangan Otak :

1) Anak lahir dengan sel otak kurang lebih 100 M, belum ada sambungan antar sel.

2) 0-2 th kesemoatan membuat sambungan awal (pada usia lebih lanjut membuat koneksi lebih rumit u tuk kemamouan lebih tinggi.
3) Sel yang tidak tersambung pada usia ini akan lenyap melalui proses pemangkasan
4). Sangat penting bagi ortu untuk menyadari jendela ksempatan ini.

Batang Otak = Bertahan

Dikenal sebagai fight atau flight, apabila anak dalam keadaan tertekan, takut, terancam maka hanya batang otaknya yang bekerja. Dalam kondisi ini anak tidak dapat belajar dengan baik.

Limbik = Emosi
Dikenal sebagai tempat rasa sayang. Apabila anak dalam kondisi aman, nyaman, dan menyenangkan maka sistem limbiknya akan bekerja dengan baik. Dalam kondisi ini anak dapat belajar dengan baik.

Korteks = Tempat Berpikir
Dikenal sebagai bagian kerja sekolah atau topi berpikir.
Merupakan pusat untuk berpikir.
Jika sistem limbik menerima perasaan nyaman/menyenangkan, maka lapisan ini dapat berfungsi secara baik.

Merangkai Otak : 

1. Otak embrio menghasilkan neuron (atau sel saraf) jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan dan memusnahkan kelebihannya.

2. Neuron yang tetap bertahan mengekuarkan akson (sambungan transmisi jarak jauh sistem saraf). Diujungnya akson mengeluarkan cabang bercabang sebagai penghubung sementara dengan banyak sasaran.

3. Semburan spontan kegiatan listrik memoerkuat beberapa sambungan ini, sementara lainnya sambhngan yang tidak diperkuat oleh kegiatan mengalami atrofi (menyusut sampai lenyap).

4.Sesudah kelahiran otak mengalami lonjakan pertumbuhan kedua akson (yang mengirim signal) dan dendrit (yang meneroma signal) mengadakan banyak sekali sambungan baru.

 

Pentingnya Masa Pemberian ASI :

– Masa emotional bonding yang utama

– Fokus saat memberikan ASI

– Berdialog dan berikan sentujan pada sensorimotor anak

– Optimalkan waktu pemberian ASI

– Edukasi anak sebelum masa penyapihan

Anak Usia Dini antara 0-7 tahun belajar dengan cara kongkret atau nyata, semua pengetahuan harus dengan contoh yang ada.


Komentar dan Tanggapan: