Balada Sampah, Kantong Plastik & Gunting Strawberry

Nah suatu ketika si bontot ngambek karena kehilangan gunting strawberry nya yang entah ditaruh dimana ya, walaupun sudah ada tempat penyimpanan khusus ya tetap saja pada asal naro.  Konsekuensinya ilang dah walau kadang tak berapa lama ketemu juga. Termasuk saat Saya memberikan plastik terhadap penjual sayur separuh baya itu tadi pagi, dia tersenyum pada Saya “Ibu Maaf ini guntingnya Saya nemu didalam plastik yang Ibu kasih kemarin, mau Saya kasih Ibu pas sepi terus rumahnya jadi Saya taruh saja disini terus (sambil menunjukan keranjang  kecil tempat bumbu sachet) jadi dipinjemin makasih juga  ya plastiknya” 🙂

Belajar Dari Sampah
Saya ko merasa surprise ya, walau harga gunting tak seberapa namun pribadi polos dan kejujurannya mampu meluluhkan hati Saya. Tadinya mau Saya jawab pakai saja guntingnya tak mengapa, tiba-tiba si pemilik (sibontot) ikut menghampiri, mengambilnya dan tersenyum lebar sambil berkata “gunting Aisha ketemu…” si bontotpun berlalu dan mengambil kertas untuk mengguntinginya sesuai kehendaknya.

Saya melepas kepergian Mbak Yati dengan penuh kekaguman, bagaimana Saya tidak mengaguminya? walaupun wajah penuh dengan keringat dan seperti terbakar matahari namun semngatnya menjemput rezeki begitu luar biasa, belum lagi keramahannya dalam berjualan dan ketulusan hatinya dalam berlaku jujur membuat Saya selalu ingin memberikan kantong plastik bekas hanya untuknya saja (Penjual lain belum tentu lewat soalnya).  😛

Sampah bagi Kita? tapi rezeki bagi orang lain, apakah hal sekecil itu masih membuat Kita malas untuk memisahkannya. Inget loh sampah plastik adalah limbah yang membutuhkan waktu ribuan tahun untuk mengurainya. Sehingga jika kita meminimalisasi penggunannya otomatis Kita berperan aktif terhadap lingkungan Kita sendiri. Jangan sungkan memberi contoh baik, abaikan jika ada perkataan miring tentang sikap/ niat baik Kita  dan jangan sungkan berbagi mulai dari hal terkecil dan terkesan sepele sekalipun.

Sampah  kantong plastik yang masih bagus bisa Kita kasih tukang jualan untuk dipakai ulang, dan sampah an organik lainnya pun bisa kita berikan pada tukang rongsok yang biasa lewat jugakan? ga perlu minta bayaran karena harganyapun paling tak seberapa. Lihat senyum tulus dan kesopanan mereka saat Kita berikan sampah, padahal hanya sebuah sampah. Yah sampah…!! Masih beratkah Kita untuk berbagi walau hanya sekedar sampah?

Indeks Halaman 1 2

Komentar dan Tanggapan: