Smart Parenting “Mendidik Anak Sesuai Zamannya” SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto

Alhamdulillah bisa menghadiri undangan  Smart Parenting yang diadakan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto setiap tahunnya. Kali ini diselenggarakan di RM Taman  Pondok Duyung yang beralamat di Jl Perintis Kemerdekaan No 211 Purwokerto. Materi yang disampaikan tentang “Mendidik Anak Sesuai Zamannya” dengan dua pembicara sekaligus yaitu Ustadz Mintaraga, E.S. LC, MA dan Ibu Shanty Hawanti, PHD.

 

Acara dibuka oleh ibu Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto,  Siti Ngatiatun, S.Pd setelah berdoa  dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan pembawa acara Rufi’ah Ning Asrianti, S.Pd. Materi pertama  dari sisi psikologis ya dimoderatori oleh Bapak Mufti Wibowo, M.Pd, kurang lebih begini hasil resumenya :

Anak-anak hari ini adalah anak-anak jamannya. Mendidik itu prosesnya bersama, sedang mengajar itu sepihak, tidak perlu saling menyalahkan akan tetapi mari saling memahami. Karena proses belajar yang tidak  kita peroleh secara formal adalah bagaimana menjadi ayah atau bagaimana menjadi ibu?

Termasuk generasi yang mana kita?

1. Baby Boomers (1946-1964), cirinya : memiliki banyak keturunan.
2. Generasi X (1965- 1980), sudah mengenal komputer dan video games secara sederhana.
3. Generasi Y – Milenial (1981 – 1994), lebih demokratais, eksis, mengala,i transisi dari segala hal.
4. Generasi Z (1995 – 2010), menyukai hal yang instan, lebih cepat peroleh informasi, gadget mania.
5. Gen Alpha (kelahiran tahun >2010)  lebih familiar dengan teknologi sejak usia masih sangat belia.

Setiap generasi memiliki karakteristik dan tantangan hidup yang berbeda sehingga berbeda juga cara mendidiknya.

Kita sedang mendidik anak-anak generasi Z , dengan ciri sbb :

1) Generasi Z sudah sangat mengenal teknologi, gemar bermain gadget dibandingkan permainan tradisional anak anak di era sebelumnya.

2) Generasi Z suka mencari popularitas dengan aktif diberbagai sosmed dengan style masing masing.

3) Cenderung menghabiskan uangnya untuk keperluan fashion, makan diresto terkenal dan jalan jalan

4) Cenderung menyukai sesuatu yang serba instan

Menceritakan heroisme (masa kecil orang tua untuk dijadikian inspirasi)  boleh-boleh saja namun dengan cara yang berbeda agar si anak tak bosan mendengarnya. Karena mendidik ini harus ada : 

1. Kesiapan orang tua.
Sulit merubah mindset untuk bersama sama belajar berproses (mendidik) dijaman anak yang sudah berbeda dengan kita. Kita tidak melek teknologi, kitabhanya memberikan bukan memanfaatkan maksimal.

2. Kerjasama.
Berbagi tugas orang tua

3. Tujuan yang jelas
Belajar bertanggung jawab

4. Komunikasi yang baik, gunakan bahasa yang baik dengan komunikasi yang efektif.

5. Keteladanan orang tua

Kenali anak :

1) Menjadi sahabat
2) Mengembangkan potensi
3) Mendengar lebih banyak
4) Kenali teman temannya

Anakmu bukan milikmu tapi milik zamannya. Sejarahnya, tantangannya! Jangan biarkan ia menjelma sepertimu biarkan ia memiliki semua jawaban bagi jamannya. (Ali bin Abi Thalib)

Anak anak yang memiliki kedekatan dengan ayahnya akan meningkatkan potensi kecerdasannya (akademik, sosial, mental dll) lebih baik sedangkan jika kurang dekat kecerdasannya menurun 44 %. Ayo para ayah…. lebih dekat lagi dengan anak -anaknya (teruama anak perempuan). 😀

=======================================

Materi Kedua Oleh Ustadz Mintaraga, E.S. LC, MA

 

“Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. “

(QS At Tahrim : 6)

Dan haruslah takut kepada Allah orang orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka generasi yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu haruslah mereka bertakwa kepada Allah dan haruslah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

(QS. An Nissa : 9)

Hai orang orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan haruslah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (masa depan) dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan

(QS. Al Hasyr:18)

Hubungan orang tua dan anak

1) Hubungan kasih sayang

2) Hubungan amanah

3) Hubungan Investasi Masa Depan

Pahami dan sadari bahwa….

1) Anak sebagai ziinah Al hayaah ad Dunya (perhiasan dunia)

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” Q.S. Al Kahfi : 46

2) Anak sebagai fitnatun (ujian)

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar ” Q.S. Al Anfal :28

3) Anak sebagai ‘adduwun (musuh)

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “QS Al Taghaabun : 14

4) Anak sebagai Qurrota Ayun”( penyejuk hati)

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” QS Al Furqan : 74

Mendidik itu holistic, karena semua anak manusia itu bawaanya fitrah (asal kejadian).

Peranan keluarga dalam Islam :

1. Keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama

2. Anak akan mendapatkan pengaruh dari keluarga pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun tahun pertama dalam kehidupannya (usia prasekolah) dan menjelang dewasa.

Tugas orang tua mempersiapkan anak menghadapi zamannya. Kita sebagai orang tua, apakah sudah mempersiapkan anak untuk menghadapi era digital saat ini dan era kedepannya?

Ciri generasi digital :

** Kebebasan berekspresi

**Proses belajar

Kecerdasan lain yang tak bisa diranking :
1) Logika matematika
2) Linguistik
3) Spesial
4) Musik
5) Kinestetik
6) Naturalis
7) Interpersonal
8) Interpersonal
9) Eksistensial

 

3 segitiga emas pendidikan : lingkungan rumah, sekolah dan  masyarakat harus saling bersinergi. Intinya tetap harus dapat melatih kemandirian dan kepedulian walau jaman sudah berbeda karena peradaban masa depan berada pada akhlak dan karakter, pendidikan seutuhnya, sains dan tekhnologi.

Overall menarik kegiatannya, narsum satu santai (karena naik motor) sedangkan satunya naik pesawat (hehe) namun tetap mengena dan kocak sangat bermanfaat ilmunya semoga berkah bagi kita semua dan yuk together handing hands belajar mendidik anak sesuai jamannya.


Komentar dan Tanggapan: