Pola Pengasuhan Anak Pada Keluarga Bagi Pengurus TP PKK Kelurahan Dan Pengurus TP PKK Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas

Dapet undangan buat belajar lagi niih di Kecamatan Purwokerto Selatan yang diisi oleh pemateri  Siti Chotidjah, S.Pd. Program unggulan kado Indonesia di 100 tahunnya yaitu Paud Holistik Integratif perkembangan dan pertumbuhannya (semua masuk dalam ranah tersebut). Pertumbuhan adalah perubahan ukuran bentuk tubuh/anggota tubuh. Sedangkan perkembangan perubahan yang teratur secara kualitatif seperti berfikir dan perilaku.

Langsung masuk materi “Pola Asuh Anak Dalam Keluarga” apa itu pola asuh? Yaitu proses interaksi antara orang tua dan anak dalam mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual dan spiritual sejak anak dalam kandungan sampai dewasa. Sehingga anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, sehat, berbudi pekerti yang luhur dan berakhlak mulia.

Seperti apa pengasuhan positif? Pengasuhan berdasarkan kasih sayang, saling membangun hubungan yang hangat antara anak dan orang tua serta menstimulasi tumbuh kembang anak agar tumbuh dan berkembang optimal. Pengasuhan yang menggunakan pendekatan dengan mengedepankan penghargaan, pemenuhan dan perlindungan hak anak, juga mengedepankan kepentingan terbaik anak. Upaya untuk memberikan lingkungan yang bersahabat, ramah anak tanpa kekerasan.

Apa yang harus dipahami orang tua, diantaranya :

1. Tahap perkembangan dan pertumbuhan anak

2. Perlindungan terhadap tindak kekerasan

3. Komunikasi efektif

4. Disiplin positif

Mengapa penting melakukan pengasuhan positif tanpa kekerasan?
– Meningkatkan kualitas interaksi anak dengan orang tua.
– Mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
– Mencegah perilaku perilaku menyimpang.
– Mendeteksi kelainan tumbang.

Membangun komunikasi efektif dengan anak :
1) Membuka pintu yang memungkinkan anak bicara lebih banyak.
2) Berkomunikasi dengan tubuh sejajar dengan anak dan kontak mata.
3) Berbicara dengan jelas, singkat agar anak mengerti.
4) Gunakan bahasa (kata kata) yang positif (hindari kata jangan).
5. Dapat merefleksikan perasaan yang disampaikan
6. Mempertahankan bahasa tubuh anak
7. Menera perasaan anak
8. Gunakan pesan saya

Komunikasi akan efektif apabila penyampaian pesan dapat dipahami oleh penerima pesan dengan nyaman

Prinsip utama dalam pengasuhan positif

1. Anak harus diperlakukan dengan : – Cinta dan kasih sayang.
– Penghargaan dan saling memaafkan.
– Bebas dari tindakan kekerasan.
– Kesalahan (untuk dijadikan pelajaran yang berharga)
– Non diskriminasi

2. Menyediakan lingkungan yang aman, ny…
[Sosialisasi Administrasi Pokja II Dan Pola Pengasuhan Anak Pada Keluarga Bagi Pengurus TP PKK Kelurahan Dan Pengurus TP PKK Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas

Program unggulan kado Indonesia di 100 tahunnya yaitu Paud holistik integratif perkembangan dan pertumbuhannya (semua masuk dalam ranah tersebut). Pertumbuhan adalah perubahan ukuran bentuk tubuh/anggota tubuh. Sedangkan perkembangan perubahan yang teratur secara kualitatif seperti berfikir dan perilaku.

Prinsip utama dalam pengasuhan positif

1. Anak harus diperlakukan dengan : – Cinta dan kasih sayang.
– Penghargaan dan saling memaafkan.
– Bebas dari tindakan kekerasan.
– Kesalahan (untuk dijadikan pelajaran yang berharga)
– Non diskriminasi

2. Menyediakan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
– Menjaga keharmonisan anak
– Memenuhi kebutuhan anak
– Melakukan stimulasi/ pendidikan sesuai dengan taraf kembang anak
-Memberikan perlindungan terhadap tindak kekerasan.

Dimana dan siapa yang harus melakukan pengasuhan positif? Lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat.

Disiplin 
Pembentukan kebiasaan kebiasaan dan tingkah laku anak yang positif dengan kasih sayang sehingga anak dapat menjadi mahluk sosial dan tumbuh berkembang dengan optimal. Bukan mengendalikan anak dengan kekerasan atau melarang hal yang diinginkan anak. Bukan pula menghukum anak yang melakukan sesuatu yang salah. Anak dapat mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan ketika melakukan kesalahan ia bertanggungjawab terhadap perbuatannya.

Tujuannya :
1. Mengajarkan anak bagaimana bertingkah laku, mengerti petunjuk, peraturan, dan perintah orang dewasa agar anak melakukan sesuai dengan tingkah laku yang diinginkan.

2. Memberikan kesempatan kepada anak untuk memperbaiki tingkah laku sesuai dengan yang diinginkan oleh lingkungannya.

3. Membuat anak dapat bertanggung jawab terhadap tingkah lakunya.

Keluarga
Lingkungan pertama dan utama untuk mempersiapkan anak menghadapi masa depan dengan segala perubahan yang terjadi. Fungsinya :
1. Keagamaan
2. Cinta kasih
3. Sosbud
4. Perlindungan
5. Ekonomi
6. Pendidikan
7. Reproduksi
8. Pembinaan lingkungan

Apa yang harus dilakukan?
1. Pemenuhan kebutuhan (kasih sayang, perhatian, rasa aman)

2. Pemenuhan makanan yang bergizi dan kesehatan

3. Stimulasi/ pendidikan dengan cara : bermain, bercerita, , berdiskusi, dialog, bercengkrama, bernyanyi, main musik, pengembangan hobi bersama, dan tidak membeda bedakan laki laki dan perempuan.

Lagu “Pendidikan Keluarga”

Pendidikan yang pertama dan utama pendidikan keluarga. Asah asih asuh anak kita, agar jadi manusia seutuhnya.
Berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia…
Sehat, cerdas dan berpretasi…
Ref :
Pendidikan keluarga, mencerdaskan bangsa
Pendidikan keluarga, harapan Indonesia jaya x2

Apa peran ortu dalam pengasuhan dan pendidikan anak?
1. Ortu berperan sebagai pendidik pertama dan utama dalam menanamkan nilai moral dalam kehidupan.

2. Hubungan dan kelekatan emosional anak dengan orang tua adalah tokoh awal dalam kehidupan menjadi pola sosialisasi anak

3. Ortu berperan dalam memenuhi kebutuhan anak akan asah asih asuh

4. Orang tua berperan dalam mengelola sumber daya keluarga (SDM), materi dan waktu .

5. Orang tua memperkenalkan pada anaknya atau belajar mengenal :

  • Nilai sosial budaya yang berlaku
  • Mengenal makanan yang bergizi atau hidup sehat
  • Belajar saling menghargai – menyayangi- tolreansi- cinta kasih- kerjasama-tanggung jawab- kesederhanaan.
  • Mengalami dan mengatasi hal-hal yang menyenangkan, menyedihkan atau frustasi.
  • Menyelesaikan masalah, konflik yang dihadapi serta mengambil keputusan.
  • Memainkan peran sosial yang berlaku.
  • Ilmu pengetahuan.

 


Komentar dan Tanggapan: