Ada Yang Berbeda Di Pertemuan BKL (Bina Keluarga Lansia) Seroja Teluk

Pertemuan Bina Keluarga Lansia yang bertempat di RW 013 Kelurahan Teluk berjalan rutin setiap bulannya, kali ini tentu ada yang berbeda karena dihadiri oleh Bu Lurah setempat dan segenap tim penggerak PKK kelurahan juga pemeriksaan (cek gula) gratis dari Rumah Sakit Dadi Keluarga. Salutnya para lansia yang berjumlah kurang lebih 30 ini rajin- rajin sekali mengikuti kegiatan yang ada, seperti yang dilaksanakan hari Rabu, 21 Agustus 2019.

Dimulai dengan pengecekan tensi darah  oleh Bidan Dita (dari Puskesmas Purwokerto Selatan) juga cek gula darah dari RSDK (diwakili Bu Syasmiah dan Pak Yogi) dengan mengisi nama lengkap dan usia serta tanda tangan  setelahnya. Hasilnya tak sedikit para lansia ini yang gula darahnya diatas rata-rata orang normal yaitu >200 mg/dl yang biasa disebut hiperglikemia. Lalu bagaimana untuk menjaga gula darah agar tetap normal? tentu dengan pembiasaan positif seperti : rutin berolahraga, perhatikan pola makan (batasi konsumsi karbohidrat), hindari stress, dan makan tepat waktu.

Menurut Bu Lurah Teluk (Koni Wurnaningsih, SE) para lansia ini jangan hanya karena ada event (pemeriksaan gratis) saja semua hadir namun juga diusahakan rutin setiap bulannya agar kesehatannyapun bisa terpantau. Sedangkan menurut Bu Imbar Kampung KB (BKL Seroja) ini tak hanya untuk lansia saja sebetulnya karena ada pula kgiatan BKR (Bina Keluarga Remaja) juga balitanya (Pospindu). Tak heran jika mengantongi juara 1 Se Banyumas Raya dalam event Kampung KB (Wahana pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan keluarga kecil berkualitas).

Selain itu acara dilanjutkan dengan lomba wiru jarik yang tak lain adalah tehnik melipat pinggiran kain secara vertikal sepanjang panggul hingga kaki. Nah salah satu seni budaya Jawa ini tak mudah loh mempraktekannya kecuali memang sudah terbiasa ya, buktinya diantara 25 peserta hanya 1 yang benar-benar sesuai tehniknya (gak salah jadi juara satu ya, hehe). Menurut Bu Eeng sebagai Tim Juri juga sebagai ketua tim penggerak PKK Kelurahan Teluk, untuk mewiron batik perempuan dibutuhkan 1,5 hingga 2 jari (sedagkan laki-laki 3). Saat memakai kain diarahkan menutupnya kekanan sedangkan yang harus diperhatikan lagi bagian luar dan dalamnya, bisa dilihat dengan memperhatikan keliman kain yang biasanya dilipat kearah paparan yang harus berada didalam.

Selamat buat 3 pemenangnya berikut ini :

Setelahnya, acarapun ditutup dengan makan bersama sajian menu sederhana namun tetap istimewa ala-ala pengurus BKL Seroja.

Tetap semangat buibu …Merdeka!! 😀

 

 

 


Komentar dan Tanggapan: