Bagaimana Menjadi Surveyor Dilapangan? Apa Yang Harus Dilakukan?

Menerima tawaran sekaligus menjalani tugas sebagai surveyor adalah hal yang menyenangkan bagi saya, apalagi ada ‘fee’nya wkwkwk *ish. Sebagai penggiat sosial ‘bayaran’ itu sebetulnya nomor kesekian karena basically uda seneng dulu. Ya emang paling seneng ketemu banyak orang, berbagai karakter dibeberapa tempat. Rasanya kaya banyak dapet rezeki aja gituh (efeknya magnetic). Padahal bermula dari ikutan event entah dari lingkup terkecil dawis, RT, RW jadinya banyak dikenal kan, manfaatnya lebih terasa apalagi kalau punya dagangan. Ga usah ngomong berbusa, dengan sendirinya nyamperin kerumah ya, karena sudah merasa nyaman dengan kita. 😀

Nah kalau surveyor kali ini lebih seru lagi karena lokasi ditentukan sistem jadi ga bisa milih-milihkaaan. Kebetulan jatah study penelitain dapetnya di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Kesana sengaja? belum pernah. Jadi beneran blank hanya bermodalkan GOOgle dan RT RW saja, alhamdulillah ketemu 10 responden pencacahan yang dituju. Kunci awal tentu nyari RW nya dulu, karena kalau dikota se RW itu ya lumayan deketan lokasinya. Nah ini karena masuknya desa, lumayan kaget juga karena jaraknya lumayan jauh-jauh. Apalagi diturunin (bang Ojol)  juga lumayan jauh dari lokasi hahaha (karena sesuai titik MAP).

Karena serba lumayan jadi usaha awalpun lumayan menyehatkan, diawali dengan jalan kaki dipagi hari dengan pancaran sinar UV  jadi makin ketjhe kaan sehatnya apalagi yang liat fresh hejooo dimana mana.  Makin semangatlah hunting respondennya wkwkwk, sengaja pagiii ketkp biar bisa langsung kelar sore harinya begitu, mengingat lokasi yang lumayan jauh dari tempat saya berdomisili. Uniknya walaupun kampung tapi sepi juga….jadi cari warung deh sebagai tempat informasi. Alhamdulillah langsung bisa kelokasi pertama di RT 02/05 Cilongok. Karena sebelumnya saya sudah pernah mengerjakan hal semacam ini sehingga lebih luwes ya waktu yang digunakan (pengalaman memang berharga).

 

Lanjut siibu baik hati yang sedang ‘momong’ cucu ikutan disurvey Jaring Aspirasi Masyarakat sebagai bahan study penelitian. Karena pertanyaannya memang banyak, sayapun belajar mengambil hati dan situasi yang ada terlebih jika sudah terasa jenuh karena pertanyaan yang sama sering diulang hanya ganti subject saja. Rata-rata jawabanpun tidak tahu dan belum tahu. Ga masalah memang, namanya juga survei kan yaaa…suka-suka yang jawab (menggembirakan hati semua). 😛

Tiga lokasi RT yang ditemui hari ini begitu luar biasa menyenangkan, dibanding survey sebelumnya yang agak sulit ditemui orang-orangnya (karena kesibukan masing-masing orangkan berbeda). Qodarullah, survey hari ini orangnya ada semua ga ada yang ASN (Aparatur Sipili Negara). Jadi ga pake acara nunggu sampai orangnya pulang, kecuali ada satu ibu yang sedang mencuci disungai jadi waktu menunggu saya kerjakan survei ke RT lain terlebih dahulu.

Beberapa responden tentu berbeda jawaban. ada yang membuat saya cukup geli dengan jawaban yang diberikan. Benar-benar awam politik sehingga pertanyaan yang diajukan dimentahkan dengan jawaban ora paham, ora ngerti, ora urusan malah (tapikan bapak ibu yang ditunjuk dalam survey kali ini by sistemnya). Disini nyalipun mulai diuji karena pertanyaankan masih banyak, hehe. Alihkan saja nanya pekerjaannya gimana, anaknya berapa dll lanjut ketopik lagi dan beliaupun masih dengan jawaban yang sama, aduh … kosongin dah. 😀

Rata-rata petani, buruh, karyawan swasta yang lagi libur dan ibu rumah tangga yang pure ngerjain urusan rumah dan domestiknya. Alhamdulillah selalu dimudahkan jadi sore bisa kelar sampai rumah lanjut kegiatan lainnya (PKK an walau  telat yang penting tetap bisa bermanfaat).  😀

Jadi panjang lebar beginih, maapkaan…!! langsung deh back to the topic yes. Apa saja yang perlu dipersiapkan saat menjadi Surveyor? (terutama dari LKSP : Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan).

  1. Cek lokasi, walau hanya lewat Google MAP  syukur kelapangan sebelum hari H, namun karena jauh langsung dihari H pun tak masalah (PEDE sajalah).
  2. Jangan pernah malu bertanya karena seperti pepatah jik malu bertanya beneran akan sesat dijalan wkwkwk, faktanya lewat bertanya kita jadi tahu  rumah responden yang dicari, betul?!
  3. Persiapan fisik harus kuat ya karena mencari orang sejumlah yang ditentukan itu ga gampang, lokasi dan ketersediaan waktu masing-masing orang tersebutkan berbeda. Walaupun diberi estimasi waktu namun jika bisa dimaksimalkan dalam sehari tersebut lebih mempermudah dan meringankan pekerjaan terlebih jika lokasinya jauh (walau masih sedaerah).
  4. Pendalaman materi yang akan disampaikan, walau jenisnyanya wawancara namun jika surveyornya awam, wah… bisa menghabiskan waktu lebih banyak saat membacakan nanti. Terlebih ada pertanyaan sejenis yang diulang-ulang hanya ganti subject saja
  5. Simak baik-baik petunjuk teknisnya mulai dari download file, cetak dokumen (kuesioner, showcard tokoh, showcard parpol, surat tugas, name tag, dan form pencacahan DPT terpilih)
  6. Input data setelah semua koresponden berhasil disurvey, karena memang ini bagian ternikmat dibandingkan proses sebelumnya karena harus cermat (hihi… judulnya yang cermat itu nikmat).
  7. Bahagia….!! sudah dikerjakan ya sudahlah fokus pada challenge  atau kerjaan lain dan jangan pernah anggap tugasmu sebagai sebuah beban, itu kuncinya. Karena segala sesuatu yang dilakukan penuh keikhlasan jatuhnya lebih menyenangkan, tenang dan in shaa Allah akan selalu dimudahkan oleh Sang Perencana Terbaik.

Semangat…!! semoga bermanfaat. 🙂


Komentar dan Tanggapan: