Qonaah Dalam Islam

Seperti biasa ikutan kajian, share disini ya hasilnya untuk mencerahkan hati kita semoga bermanfaat. Seperti apa sih Qonaah dalam islam itu? bersama Ust Heru Widodo di Masjid Nurul Ikhlas Perumahan Teluk sore tadi pukul
16.30 s/d selesai.

1. Hatinya senantiasa bersyukur dan mau berbagi kepada orang lain.

Kaya bukan berarti jumlah hartanya banyak tapi mau berbagi dengan orang lain. Setiap hari kita dikawal ratusan malaikat. Salah satu doa paling mustajab adalah doa malaikat, jika ada kesempatan bersedekah maka bersedekahlah walau hanya Rp.500._

2. Sungguh telah beruntung siapa yang beragama Islam, rizki yang cukup.

Nikmatun (1 nikmat), nikmatani (2 nikmat), niamun (lebih dari 2 nikmat). Pejamkan mata sejenak untuk menikmati hidup, bersyukur bahwa gigi kita sehat tak perlu bayar ratusan juta untuk memperbaikinya.

3. Barangsiapa melewati harinya dengan perasaan aman, tenang, di rumahnya. Badannya sehat, bisa makan enak maka kata Rasul seakan orang ini memiliki dunia seisinya.

Ada orang kaya, milyarder makannya dipantang (makan santan langsung pingsan, kena asam lambung). Jalan pakai kursi roda, hidup tapi susah. Maka

4. Tidak ada mahluk yang bernyawa satupun dibumi ini kecuali sudah diatur rezeki Nya.

Jadi kita tak perlu memikirkan hal yang bukan ranah kita, serahkan semua urusan sama Allah. Yang tampak mata bukan ukuran. Orang tua lulus SD, anaknya lulus S3 atau sebaliknya juga banyak. Lulus SMU ada yang dapat kerja, lulus sarjana pengangguran juga ada…semuanya alhamdulillah. Rezeki sudah diatur Allah. Tak ada yang menjamin usia kita, standar usia kita 60-70 th. Selalu ingat Allah…ingat kematian.

5. Sesungguhnya kita semua takkan mati sampai mendapatkan seluruh rizkinya. Jangan mengejar bayangan, karena semakin dikejar semakin sulit ditangkap. Carilah rizki yang baik, ambilah yang halal.

(HR Al Hakim)

Artinya kita ga usah takut mati, selama rezeki belum selesai ga akan mati. Mau naik pesawat, motor dll ga perlu takut, takutlah saat mati kita belum siap bekal.

6. Orang orang awam itu mengira tetangganya orang orang kaya.

Karena yang dikira itu menjaga dari meminta minta (itu namanya qonaah) dibandingkan yang butuh dikit minta (kurang sabar).

7. Berkatalah Nabi Yaqub, bahwasannya saat Beliau susah dan sedih hanya meminta pada Allah saja.

8. Harga diri karena qonaah (nerima karena pemberian Allah) lebih bagus daripada orang yang memberi.

#Saat pusing bersyukurlah (terlebih dahulu) karena masih punya kepala, hehe baru dinikmati sakitnya dengan sabar.

#Saat membaca Alquran lebih baik pelan pelan, dan tetap menutup aurat.

#Silahkan hidup, namun jangan sampai melampaui batas saat susah maupun senang harus ingat kematian (minimal ingat kapling kuburan tetangga).

 


Komentar dan Tanggapan: