Bagaimana Mengenalkan Menu Baru Yang Bergizi, Mudah & Murah Untuk Sikecil?

Surprise sekali saat melihat balitaku Anindnya langsung lahap seketika mengenal menu barunya yaitu Tumis Pepaya Muda. Ya walaupun awalnya agak ragu saat akan mengkonsumsinya namun saya yakinian dirinya bahwa menu ini enak sekali,  istimewa (yang tadi pagi dibeli bersama ituloh dipasar) dan harus dicoba terlebih dahulu untuk memastikannya. Jika nanti tak cocok ya gpp … ga usah dilanjut. Ternyata disuapan awalnya dirinya langsung membulatkan matanya yang sudah besar itu dengan jempol tangan yang diangkat sembari bilang, enaaakkk!!


Yaa dirinya mungkin masih teringat, pepaya muda ini kita beli tadi pagi saat bersamanya ke pasar tradisional. Saya terpana dengan simbah yang sedang memegang pepaya sedangkan tangan kirinya mencacah dengan sangat cepat. Sikecilpun sampai tak berkedip melihatnya sambil menunjuknya, dan bertanya “itu apa?” simbahpun tersenyum sambil menyerahkan sebungkus hasil cacahannya. Saya tanya saja harganya berapa? Ternyata Rp.2000 saja wauw isinya banyak loh, padat seplastiknya tersebut. Sikecilpun kuajak ucapkan terima kasih pada simbah sembari tersenyum bahagia (balita memang paling senang diajak bertransaksi).

Setiba di rumah kuajak sikecil ikut memasaknya, walau hnaya lihat saja. Mudah dibuatnya tumis sederhana ini hanya dengan sedikit air, mentega, gula, garam, dan 4 sdm ebi jadilah menu tumis pepaya muda istimewa ini, taraa :

Kita ketahui bersama bahwa pepaya muda mengandung energi, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C sehingga sangat direkomendasikan sekali tentunyakan ya. Selain bergizi, harga terjangkau dan mudah pula dimasaknya. Yakan?

 

Untuk melengkapi nutrisi seimbangnya diperlukan  asupan lain seperti buah, lauk pauk dan juga susu SGM ya bund. Walau mungkin tak dikonsumsi sekali waktu namun dalam sehari tersebut diusahakan mengkonsumsi semuanya. Yang perlu diingat tak melulu budget yang banyak untuk mendapatkan nutrisi seimbang dalam keseharian yang terpenting bisa memilih dan memilahnya sudah menjadi nilai plus tersendiri ya bund. Terlebih menu baru, pun tak harus mahal yang penting kita tahu posisi yang tepat saat mengenalkan (menu baru tersebut). Misal dijam lapar, kondisi anak sedang hepi dan komunikasikan dengan seatraktif  mungkin, pasti sikecil mau mencobanya. Jika lebih banyak waktu lagi bisa dibuatkan dengan kreasi bento misalnya yang sederhana saja seadanya bahan didapur, aturlah karena yang mengetahui dapur kita ya kita sendirikan bund? 🙂

Semangat mensupport anak-anak menjadi generasi maju ya bunda.


Komentar dan Tanggapan: