Bagaimana Memilih Teman Yang Membuatmu Zuhud Terhadap Dunia?

Sharing lagi ya hasil kajian penulis tadi pagi bersama Ustadzah Estifa di Masjid Besar Jendral Soedirman Purwokerto mulai pukul 09.00 s/d 10.30

Zuhud itu  meninggalkan keduniawian, mendahulukan akhirat dibandingkan dunia (meninggalkan dunia orientasinya akhirat). Orang yang zuhud itu seperti Ummar Bin Abdul Aziz yang ternyata seorang raja yang memiliki dunia namun dia tetap zuhud, dia hanya memandang harta hanya ditangan saja tidak masuk kehati. Namun bukan berarti pula kita kucel (walaupun kenyatannya kaya) hendaklah harta yang kau kumpulkan tidak menghinakan dirimu sebagai hamba Allah yang bersyukur. Hendaklah kau tampakan, gunakan fasilitasnya jangan sampai menghinakan diri sendiri. Walaupun begitu tetap mendahulukan akhirat yang kekal didalamnya.

“Sesungguhnya yang halal itu jelas yang haram itu jelas, samar samar itu syubhat maka harus dihindari”

Maksudnya telah jelas datang kepada kita yang halal dan haram. Allah melarang orang yang mencampuradukan yang halal dan haram padahal kamu tahu.

Celakalah hamba hamba yang hanya mengumpulkan dinar, dirham dan sutra. Jadilah kamu didunia ini seakan akan engkau orang asing/ musafir artinya tidak pernah betah berlama lama sehingga tak banyak keinginan macam macam.

Apabila berada diwaktu sore jangan kau tunggu waktu pagi, maksudnya perbanyaklah amal ambil waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Jangan menunda nunda waktu, pergunakan waktu hidupmu sebelum datang matimu. Jika saat sehat terbiasa melakukan kebaikan, saat sakitnya akan tetap mendapat pahala kebaikan kebiasaan baiknya saat sehat. Karena rahmat Allah yang bisa memasukan kita kepada surga Nya. Pendengaran, hati, akan ditanya diyaumil akhir. Jangan mengikuti kabanyakan orang tapi dibawah ilmu lebih baik sebaliknya.

Barangsiapa meniru suatu kaun maka kamu masuk dalam golongannya. Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu bisa berupa kecukupan, marabahaya dLL. Ingatlah Allah disaat senang maka Allah akan mengingatmu disaat sakit. Agama mencarikan solusi disetiap masalah. Senang jangan sampai melupakan kita kepada Allah. Jagalah Allah maka Allah akan menjaga kita, menuntun jalan kita. Jika kamu meminta, mintalah pada Allah. Memohon, mohonlah pada Allah agar selalu bertawakal.

Allah sangat senang jika selalu dipanggil, diminta dll karena Allah bukan manusia. Agama kita sudah sempurna, tak perlu ditambah juga tak perlu dikurang. Jadi adakan suatu perkara sesuai syariat bukan mengada ngadakan sendiri. Tunjukan suatu amal yang dicintai Allah dan juga manusia (kata sahabat saat bertanya pada Rasul) jawabannya : Zuhudlah didunia, maka Allah mencintaimu dijadikannya harta yang kita miliki sebagai sarana agar Allah ridho (jadikan kekayaanmu untuk menyenangkan orang lain). Siapa yang bersyukur, niscaya Allah akan menambah rasa syukurnya.

Anak, wanita, harta, emas, perak adalah perhiasan dunia yang tak perlu saling mengungguli. Ungguli saja zuhudnya. Karena manusia takkan pernah puas (bermegah megahan akan menjerumuskan kamu keakhirat). Zuhud dunia itu apa yang ada ditangan Allah didahulukan daripada ditangan manusia. Sabar itu tanpa batas, pahalanya mengalir terus nah kita harus naik kelas dengan beberapa ujian yang Allah berikan pada kita.

Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya dan tersembunyi. Orang kaya lebih dicintai Allah, karena kekayaannya digunakan untuk kebajikan (hanya ditangan). Zuhud itu sifat bukan yang tampak (kucel, bau dll). Menyembunyikan perkara (amalan) yang sunnah, namun jika hasil nikmatnya baik, ceritakan dan cukup (tak berlebihan)


Komentar dan Tanggapan: