Terima Kasih, Salah Satu Wujud Syukur Kita Terhadap Sang Pencipta

Share hasil kajian bersama Ust Imam sore tadi, Jumat 25/01/2019 di RT tetangga bersama Majlis Nurul Muslimah kelurahan Teluk. Senang rasanya mengikuti kajian yang walaupun kadang materinya sama, tak pernah bosan mendengarnya karena memang hati perlu selalu disiram ya agar tak kaku, salah satu usahanya ya berkumpul dengan orang-orang baik.

Allah butuh orang baik :

Terpuji
Bersyukur

Dikasih sakit ko belum bahagia? Ini yang perlu direnungkan. Kenapa dikasih sakit? Supaya inget Allah. Orang yang ga mau terima kasih adalah orang kafir (musuh Allah). Cirinya : hati tertutup, kuping tuli, mata buta. Bisa nyambel karena tangannya sehat, coetnya ada, cabenya ada… ya harusnya (laporan) terima kasih.

Ciri orang yang iman dan bahagia adalah selalu mengucapkan terima kasih. Semoga ibu ibu bisa merubah prilaku lahir batin menjadi ibu-ibu sholehah.

Wahai orang orang beriman takwalah kepada Allah dengan sebenar benarnya takwa. Takwa itu tenang hatinya, sabar, jujur, demawan, kasih sayang, saling mendoakan, ga sombong. Sehingga bisa melaksanakan perintah Allah dengan bahagia. Jangan sampai sholat iya, marah tetep. Padahal marah itu musuh Allah (ciri orang kafir).

Siap ngaji, siap dibenerin, tujuan ngaji harus tambah baik tambah baik, yang buruk ilang yang baik datang. Ngaji itu lanjutan sholat, sholat itu ketemu Allah. Ada apa nyari Allah? Jangan hanya kepentok nyari Allah. Tapi bawa Allah kemanapun pergi dan berada.

Orang yang suka sholat tapi hatinya ga dzikir itu temennya syetan. Padahal janji kita akan dzikir pagi sore agar iblis ga masuk hati kita. Mulut ga nyakiti orang, kaki tangan ketempat yang bermanfaat, dll.

Sebagai orang Islam harus paham Islam, damai, pemaaf. Mari dandani hidup kita karena kita sholat, harus semakin lemah lembut, walau diuji dengan : ketakutan, kelaparan, harta, keluarga, buah buahan.

Sebelum mati kita akan diperlihatkan lembaran oleh para malaikat. Ada CCTV segala perbuatan lahir batin kita. Masuk Islam harus bahagia, karena Allah sudah menjamin bahagia dunia akhirat. Jika masih ada yang sengsara? Berarti sholatnya belum baik.

Sholat itu bukan ibadah sebenarnya ngomong sama Allah, hati yang sholat (dimaknakan setiap lantunan ayat sucinya) tubuh menghadap kiblat. Jangan sampai jadi musyrik, menyekutukan Allah. Jangan kamu mati sebelum Islam. Jadikan rumahmu Baiti Jannati ramaikan dengan lantunan ayat ayat suci Al Qur an. Lantunkan dengan mulut, rasakan dengan hati, praktekan.

Syukron ustadz! 😀


Komentar dan Tanggapan: