Seberapa berhargakah anak dan harta kita?

Ust Estifa
Masjid Nurul Ikhlas Purwokerto

09.30 s/d selesai

Alhamdulillah hasil kajian hari ini sangat istimewa, sehingga membuat penulis ingin menshare ulang tentang semua yang disampaikan berdasarkan apa yang dilihat dan didengar saat ditempat ya. Mohon maaf jika ada kesalahan sebelumnya, karena bisa jadi ini murni hasil kelalaian penulisnya karena kebenaran hanya milik Allah SWT.

 

Anak dan harta adalah amanah, keduanya bisa menjadikan kita sarana masuk kejalan Allah dan juga sebaliknya.
Siapa yang bisa memanfaatkan keduanya? Ya diri kita sendiri. Nikmat sehat dan waktu luang adalah hal yang  paling sering melalaikan manusia.

Ali Imran : 14
Dihiasi bagi manusia itu syahwat, hawa nafsu (perempuan (istri), anak anak, harta benda yang bertumpuk emas dan perak, hewan ternak).

Al Hadiid : 20
Sesunggunya kehidupan dunia ini hanya permainan dan senda gurau belaka.

Langkah yang bisa dilakukan :

1. Jadikan anak sebagai penyejuk hati (Qurrota ayun)
Bersyukur, baik dipandang, didengar, bertingkah laku menyenangkan (saat masih kecil ga ada buruknya). Saat tumbuh menjadi remaja, dewasa biasakanlah mendidik dg kalimat tauhid, suasana menyenangkan (suasana rabbani), hal hal baik agar merasakan kedekatan dengan Rab Nya. Jadikan pendidikan diluar sana dari diri kita. Jangan merasa berat mendidik anak dengan pendidikan agama.

Berdoa, berikan teladan (jangan galak terhadap anak dan suami) karena ibu adalah pendidik utama. Selalu ucapkan doa ini setiap hari untuk anak anak kita “Rabbi habli minash sholihin” (Wahai rabbku berikanlah aku keturunan yang shalih). Sebagai anak yang qurrota ayun jangan pernah lupa doa Rabbighfirlii Waliwaallidayya War hamhumaa Kama Rabbaayanii Shagiiraa.

2. Sesungguhnya diantara pasanganmu, anak anakmu akan menjadi musuh bagimu, maka berhati hatilah.

Kenapa bisa jadi musuh?
Contoh Nabi Nuh, Nabi Luth walau orang pilihan namun anak dan istri mereka durhaka terhadap Allah. Fitrahnya memang pasangan yang baik untuk yang baik, namun kenyatannya tidak selalu. Anak yang jika dibilangi ngeyel, jangan ucapkan kalimat Allah yang tidak ridho. Karena jika waktu mustajab ucapanannya akan diijabah.

3. Al anfal : 28
Sesungguhnya istri dan anak kalian adalah ujian.

Saat dimintai tolong? Ntar…jadi jangan diberikan fasilitas (hp misalnya), kasian tidak saat sedang diuji? Berikan waktu misal sabtu dan minggu untuk menggunakan hp nya.

4. Anak dan harta adalah perhiasan dalam kehidupan dunia.

Tidak ada satu ayat dan hadistpun dalam Al Quran yang memuliakan dunia, memuliakan harta.

Dihari kiamat, jika orientasi untuk kehidupan dunia tidak akan tertolong. Yang tertolong yang banyak mengeluarkan harta dijalan Allah.

TENTANG HARTA

Allah dan Rasul tidak melarang kita untuk kaya raya, justru Allah sangat menyukai hamba Nya yang kaya yang dengan kekayaannya mampu mensejahterakan sesama bukan hanya untuk diri sendiri.

1. Dunia itu terlaknat kecuali dengan berdzikir pada Allah karena kita diperbudak oleh dunia. Pasang CCTV, anjing, rumah yang berlapis-lapis saking takutnya dengan harta kekayaan yang dimilikinya. Mereka yang kaya sesungguhnya adalah yang berlimu yang menjaga dirinya dan hartanya. Harta takkan mengikuti kita saat meninggal, jika ilmu justru  akan menjaga kita.Mengajarkan kebaikan dan belajar kebaikan. Karena sebaik baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lain sekalipun hanya untuk urusan dunia (harta, kesehatan bisa bermanfaat untuk orang lain).

2. Dunia adalah penjara bagi orang mukmin, surga bagi orang orang kafir.

Jangan berat membagikan 2,5% harta kita. Harta akan menjadi fitnah jika tidak dibekali ilmu.

Bagaimana Allah memandang dunia yang hina ini?

Saat Rasul berjalan kepasar dengan membawa bangkai kambing dnegan telinga cacat? Sahabat saja tidak ada yang mau beli. Ternyata dunia ini tidak lebih cacat dari kambing ini.

Muslim wajib cari nafkah untuk kehidupan didunia, berusalah untuk duniamu seolah hidup selamanya. Carilah untuk akhiratmu seolah olah akan mati besok (hadist lemah namun sangat terkenal). Carilah akhirat dengan ilmu.

Janganlah harta benda dan anak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, jika kamu tidak mau merugi. Kehidupan yang sulit, sesak, susah padahal harta banyak anak sukses namun berpaling pada Allah.Dengan beriman pada Allah akan didatangkan rizki yang tak disangka sangka. Allah akan datangkan semua kemudahan dalam kesulitannya.

Menjadi wanita sangat nikmat, karena bukan kewajiban mencari nafkah. Hanya tinggal Qonaah dan bersyukur. Jangan jadikan dunia itu tujuanKarena barangsiapa tujuan hidupnya dunia, maka Allah akan mencerai berai urusannya. Sebaliknya barangsiapa yang tujuan hidupnya untuk akhirat maka akan berkumpulah urusan dunia untuknya. Mudah mudahan kita menjadi bagian dari orang yang beruntung.


Komentar dan Tanggapan: