Kesalahan- kesalahan yang dilakukan saat mendengar adzan

Kajiannya keren ini, nohok sekali terutama nohok penulisnya hehe yang kalau denger adzan kadang masih sibuk dengan ini itu dan itu ini. Syukron Ustadz Heru, ilmunya sekitar satu jam ini terasa sekali maknanya. Alhamdulillah, jadi sudah 2 minggu ini Masjid Nurul Ikhlas Perumahan Teluk Purwokerto mengadakan pengajian bada Maghrib sampai Isya. Jadi sholat Maghrib dan Isya nya berjamaah sekalian ya, Alhamdulillah berikut sedikit ulasannya yang terekam dalam telinga penulis.

“Kesalahan yang kita lakukan setelah adzan”

1. Ketika adzan kita tak mau mendengar dan tidak mau mengikuti suara adzan

5x adzan dalam sehari, saat adzan sebaiknya yang dilakukan diam, dengarkan, ikuti persis yang didengarkan.

Muadzin berkata Allahu Akbar…Allahu Akbar ... jawab Allahu Akbar ikuti seterusnya persis…kecuali Haya ala shola…Haya allal fala jawab Lahaulwalaquwataillabillah dst hingga adzan terhenti dijawab saja.

2. Tidak membaca yang disunnahkan membaca sholawat (setelah adzan selesai)

**Ada 2 cara : ada bacaan yang pendek ada yang panjang (sebelum sunnah qobliyah/ tahiyatul masjid).

***Yang pendek :
Allahumma sholi alla Muhammad artinya….

a)Ya Allah tambahkan kepada nabi muhammad kemuliaan

b) Ya Allah tambahkan kepada nabi Muhammad SAW rahmat/ kasih sayang

c) Ya Allah tambahkan kebaikan pada nabi Muhammad SAW

d) Ya Allah tambahkan pujian engkau dihadapan para malaikat

***Sholawat yang panjang bagaimana? Persis seperti saat tahiyat akhir ASYHADUALLAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLAAHUMMA SHALLI’ALAA MUHAMMAD.
WA’ALAA AALI  MUHAMMAD. KAMAA SHALLAITA ALAA  IBROOHIIM WA ALAA AALI IBROOHIIM. WABAARIK’ALAA MUHAMMAD WA ALAA AALI  MUHAMMAD. KAMAA BAARAKTA ALAA IBROOHIIM WA ALAA AALI  IBRAAHIIM FIL’AALAMIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID

Yang kita dapat? Allah SWT membalas sholawat kita 10x lipat dari 1 x sholawat yang kita baca, masha Allah.

3. Kita tidak memohonkan wasilah (kedudukan dan tempat yang mulia dihadapan Allah) untuk Rasulullah SAW

Orang yang setelah adzan meminta wasilah untuk Rasul (melalui doa setelah adzan
Allaahumma robba haadzihid da’watit taammati wash sholaatil qooimati aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilata wasy syarofa wad darajatal ‘aaliyatar raofii’ata wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtahu, innaka laa tukhliful mii’aada yaa arhamar roohimiina.) dijamin syafaatnya.

Apa itu syafaat? Pertolongan melalui pihak ketiga misal :
** Nabi Musa (nabi yang diajak bicara langsung oleh Allah).
** Nabi Isa (satu-satunya nabi yang dilahirkan tanpa ayah, langsung dalam ruh Maryam).
** Nabi Muhammad

Saling mengingatkan suami keistri, sebaliknya, jika lupa semua istighfar berjamaah.

4. Tidak membaca doa untuk mendapatkan ampunan
“Asyhadualla illa hailallah…hingga RODHITU BILLAHI ROBBA!! WA BIL ISLAMI DIINA!! WA BI MUHAMMADIN NABIYA WA RASULA.

5. Meminta doa kebutuhan masing-masing

Setiap orang pasti punya kebutuhan, utamakan kebutuhan paling mendasar dan diantara adzan dan iqomah adalah doa paling mustajab.

Jangan terlalu sibuk menuntut hak kita, karena kita tak perlu ngomongpun Allah tau. Jadi sibukkanlah diri dengan memenuhi haknya Allah. Bagaimana? Ya saat adzan jawab, sholat tepat waktu, baca Quran dirutinkan dll.

Sholat telat, ngaji jarang, doa diwaktu mustajab terabaikan tapi doanya banyak kira kira kapan terkabulkan doanya?

 


Komentar dan Tanggapan: