Cintaku Dalam Tajwid

 

Wanita mana yang ingin dimadu? Padahal madu itu manis, ketakutan semakin bertambah manakala kita melihat poligami yang tidak sehat. Padahal poligami adalah hal yang diperbolehkan dalam syariat. Berbekalah kalian karena sesungguhnya sebaik baik baik bekal adalah takwa. Orang tua dahulu apa saja ditawarin saking sayangnya kepada anak kadang sampai hilang akal. Nah setelah anaknya menikah, belum tentu sayangnya sama (ujian). Bisa jadi mendapati mertua yang seperti bahasan kajian kemarin. Allah memberikan kita lebih, namun kita telah diracuni hatinya oleh hawa nafsu.

Pernikahan Rasul dengan Khadijah, tak ada wanita lain dalam kehidupannya. Khadijah adalah istri yang all in, selalu ada disisi Rasul. Menenangkan, memberi kepercayaan diri, dll. Memiliki 6 putra putri dengan Rasul, tak pernah dicecoki perselisihan. Padahal jaraknya terpaut 15 th. Maka menjadi ibroh bagi kita, bisa mengcover seluruh kebiasaan baiknya.” Allah tidak akan menghinakanmu suamiku karena kau tidak pernah memutus silaturahmi” .

An nissa : 3
“Jika kalian tak bisa berlaku adil terhadap anak yatim tsb, maka nikahilah 2, 3, 4…” jika kau ingkar maka hukuman Allah amat keras. Jadi kita jangan mengingkari ayat tsb. Kita cari cara untuk menjadikan suami  makin cinta sama kita, seperti :

1. Jadikan suami prioritas utama

2. Hormati keputusan suami selagi tidak melarang aturan syariat

3. Jadikan kita sebagai istri yang multi talenta

Orang yang hatinya bertakwa, banyak menuntut ilmu memberikan wajah ceria saat melihat suami dengan senyum. Jadi ibu yang lucu bagi anak anak.

4. Jaga kesetiaan suami
Ajak dan saling bersinergi, sholat bareng…makan bareng…main bareng. Insha Allah dapat diraih dengan berbekal takwa.

5. Pastikan suami kita ada terutama saat suami dalam keadaan susah ataupun senang.

6. Jangan terlalu banyak mengeluh

Misal suami sudah tidak ganteng, tidak kaya, lemah, tak berpenghasilan yakinlah bahwa Rizki Allah itu ada.

Lalu bagaimana jika poligami sudah terjadi? Lihat dalam syariat An Nissa : 3

Penentang syariat dengan keras padahal mereka tidak belajar syariat dasar, misal wudhu yang benar, sholat yang benar dll. Padahal ilmu agama adalah solusi semua masalah.

Bagaimana memberikan solusi terhadap orang yang sudah berpoligami?

Jangan bermudah mudah untuk berpoligami, karena banyak orang berpandangan lain? Misal mencari lebih muda, pencitraan karena sudah mapan dll. Sebaiknya niatkan yang lurus, apa tujuannya berpoligami? Karena banyak laki laki yang berpoligami mengitimidasi istrinya. Toh banyak sunnah wajib lain yang bisa dikerjakan.

Rasul pernah tak adil bukan karena harta, perhatian namun masalah hati. Dalam hati, Aisha paling dicintai seperti hidangan roti terenak. Sehingga ditegurlah oleh Allah SWT.

Laki laki yang melakukan poligami harus siap dengan tanggung jawab, berbagi nafkah, hati dan keadilan dan ini takkan pernah adil jika tak didasari ilmu iman dan takwa. Jika tak adil dihari kiamat nanti akan dipermalukan Allah, berjalan dengan pundak yang berat (miring).

Al Ankabut : 2 & 3
“Apakah mereka mengira aku bisa beriman, menafkahi, berlaku adil…” Kepada wanita yang terlanjut dipoligami, ini adalah qodarullah….bekalilah dengan takwa (ikhlas dan sabar) tinggal ungkapkan Alhamdulillah alla kuli hall.

Jumlah laki laki lebih banyak dari wanita. Maka lebih banyak wanita yang siap dinikahi, namun belum ada yang melamar.

Wanita itu dimuliakan melalui syariat poligami. Para istri harus ingat bahwa poligami adalah salah satu cara menundukan pandangan, terhindar dari perilaku menyimpang.

Nasehat bagi istri kedua :

1. Hendak menyadari bahwa dia posisi kedua telah menyakiti yang pertama termasuk keluarganya

2. Mengendalikan diri dengan situasi (mengalah, membesarkan hati).

3. Terima dengan ikhlas karena bisa jadi hanya mendapatkan sisa.

4. Lihatlah kebawah banyak wanita yang tak punya suami, menjual diri dll dirinya tertolong kehormatannya.

5. Harus siap dengan segala konsekuensinya.

BERPOLIGAMILAH DENGAN MUSYAWARAH DAN BERBEKAL TAKWA,  jika tak siap namun sudah terlanjur dapat mengajukan gugatan.

Hasil kajian bersama Ust Estifa
Masjid Jensoed 12/12/18 pukul : 09.15 – 10.30
Mohon maaf jika ada kesalahan karena ini murni hasil pendengaran penulis saja.


Komentar dan Tanggapan: