Siapa yang akan menshalati kita kelak? Kajian Bersama Ustadzah Estifa

Sebagai seorang mukmin tentunya kita berharap yang menshalati kita adalah orang yang senantiasa bertauhid, tidak membawa dosa dan kesirikan karena semakin banyak orang yang menshalati semakin besar peluang doanya dikabulkan oleh Allah. Dalam HR Muslim 948 Rasulullah menyebutkan “jika jumlah orang yang menshalati jenazah mencapai 40 orang muslim yang tidak memiliki dosa syirik, maka doa mereka diterima oleh Allah SWT. Siapakah orang mukmin yang paling baik? Yang paling baik diantara mereka adalah yang paling baik akhlaknya, yang paling cerdas diantara orang-orang yang mukmin adalah yang mengingat kematian kemudian mepersiapkan kematian sebagai bekalnya.

Faidah kematian :

1. Agar ibadah lebih khusyu kepada Allah, sholatlah engkau seolah-olah habis sholat engkau meninggal.

2. Mempersiapkan kita untuk berjumpa dengan Rabb kita, dengan bekal takwa.
Pertanyaan siapa Tuhanmu, siapa nabimu, apa agamamu? Dalam mengenal Allah, sudahkah masuk dalam diri kita.

Siapa yang akan mensholati jenazah kita?
Seseorang itu terlihat dengan siapa dia berteman. Jika temannya tak sholeh, tak ada yang paham untuk memandikan apalagi menyolatkan. Jadikan hidup tak hanya untuk bersenang-senang, bermegahan sehingga membuat terlena. Padahal kematian itu adalah sesuatu yang pasti. Setiap yang berjiwa akan merasakan kematian. Setiap umat ada ajal/waktunya, saat datang tak ada yang dapat menunda (sejak dilahirkan).

Seseorang akan dimudahkan saat menemukan ajalnya. Ada yang melalui sakit, ada yang mendadak. Jika diawali dengan sakit artinya Allah sedang menggugurkan dosanya asal sabar dan ridho. Batasnya sabar adalah kematian. Janganlah kalian meninggal dalam berburuk sangka.

Ikhtiar cara nabi : kurma,habatussauda, zaitun, rukhiyah, bekham, dll.

Barangsiapa yang menyekutukan Allah, akan dihapus segala amalan-amalannya dan tidak akan mengampuni dosa-dosanya (kecuali dosa yang lain).

Hal yang dilarang saat seseorang sakit : Jadikan kematian sbg pemutus maksiat kita.

Apa yang dilakukan saat menjenguk orang sakit?

Mendoakan dan meminta doa pada yang sedang sakit, karena orang yang sakit adalah orang yg sdg dekat dg Allah. Karena ada 70 rb malaikat yang mengaamiinkan.

**Saat menghadapi sakaratul maut : ajarkan mereka doa ” Ya Allah ampuni aku, rahmati aku dan sandingkan aku,

Ya Allah tolonglah aku dalam menghadapi sulitnya sakaratul maut” Semoga malaikat maut datang pada kita dengan ucapan : wahai jiwa-jiwa  yang tenang kembalilah pada rabbmu yang meridhoimu.

Tanyakan tanggungan hutang karena menunaikan kewajiban waris setelah lunasnya hutang.

Talkinkan orang yang akan mati dengan kalimat Lailahaailallah. (Kalimat tauhid yang mengantarkan kita pd yaumil akhir).

Orang yang meninggal dlm keadaan bagaimanapun sakitnya sama (entah meninggal dalam keadaan senyum atau tertabrak kendaraan).

Setelah mengucapkan Lailahailallah, usapkan matanya sambil mengucapkan ” Ya Allah angkatlah derajatnya, gantilah setelah kematiannya dg sst yang lebih baik. Ampunilah dia dan aku, luaskan kuburnya dan berilah cahaya didalamnya. Ruhpun akan wangi saat menghadap Nya.

Setelah memejamkan mata tutuplah dengan kain, lalu bagian wajah diikat keatas karena mengendor agar mulut tak terbuka. Jari-jari balur dengan minyak zaitun agar tidak kaku lalu segera panggil orang-orang  sholeh karena 40 orang yang tauhidnya bagus akan memberikan syafaat kepada jenazah tersebut. Maka bertemanlah dengan orang-orang yang sholeh. Tempat belajar ya dimajelis ilmu bukan saat memandikan jenazahnya, karena cukup 3,5,7 oang saja yang memandikan dengan syarat khusus.

**Pasca kematian : mempersiapkan bagaimana memandikan, mengkafani dan mensholati dibahas minggu depan. Insha Allah.

**Shock terapi : kain kafan siapkan di rumah kita.

**Pertanyaan  peserta :

1. Bagaimana jika si jenazah menggunakan susuk? Bertaubat saja bukan cari orang untuk mengeluarkan susuk.

2. Bagaimana jk jenazah meninggalkan anak-anak kafir? Doakan agar diberikan hidayah.

Narasumber : Ustadzah Estifa
Hasil tulisan berdasarkan apa yang penulis dengar saat kajian, afwan jika ada kesalahan.
Rabu 07/11/2018, 29 Safar 1440H
Bertempat di : Masjid Soedirman Jl Gatot Soebroto Purwokerto


Komentar dan Tanggapan: