Memandang “Seberapa Gregetnya Loe?” Dalam Kacamata Islam

Dalam Islam bercanda boleh hanya harus sesuai fakta, menyenangkan orang. Jaman Rasulullah saat Aisha tidak masak, Rasul bertanya masak apa istriku? Sayapun sedang berpuasa. Sebaliknya saat melihat Aisha masak Rasulpun membatalkan puasanya dengan tujuan untuk menyenangkan hati istrinya. Hidayah datang tak mengenal usia, padahal banyak majlis ilmu yang ditebar namun tak sedikit manusia yang menyadarinya. Padahal Allah senang terhadap hamba Nya yang penuh dosa lalu bertaubat.

Hijrah adalah taufik (kemudahan, hidayah, jalan keluar) dari Allah SWT. Hidayahtul irsyad, hidayah yang kita terima dari mmebaca, mengaji, mendengar dari guru, buku atau teman. Hidayahtul taufik adalah hidayah yang murni dari Allah. Jangan sia siakan hidayah yang menyapa kita, ringankan langkah kemajlis, membaca buku, dll.

Hijrah menurut syariah adalah hijrah dari kemaksiatan menuju taat. Secara bahasa hijrah adalah berpindahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Masuklah kedalam Islam secara Kaffah bukan karena orang tua, kebiasaan, adat dll. Cukupkan yang sunnah (sedikit, menyenangkan dan tidak memberatkan). Jika melebihi dari apa yang disunnahkan maka amalannya akan tertolak.

Perumpaan orang yang berilmu dengan yang tidak, bagaikan orang yang hidup dan mati. Sesungguhnya hanya orang orang yang takut pada Allah adalah orang orang yang berilmu. Ikatlah ilmu itu dengan catatan, jika tidak diikat akan lepas (bagai unta).

Hijrah untuk siapa? Untuk seluruh manusia. Karena sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya (maka luruskan niat). Barangsiapa hijrah karena Allah dan Rasulnya, Allah akan berikan berkah yang berlimpah. Sebaliknya jika karena manusia, maka itu adalah seburuk buruknya hijrah.Abdurrahaman bin Auf orang terkaya saat hijrah dari Makkah ke Madinah tak membawa apa apa hanya pakaian dibadan karena hanya ridho Allah yang dicari.

Apa yang dilakukan saat kita hijrah :

1. Niatkan karena Allah, perbaiki sholat kita. Karena sholat mencegah perbuatan keji dan munkar.

2. Menuntut ilmu, seseorang belum dikatakan berhijrah jika dihatinya belum berhijrah (hanya fisik saja, misal berpakaian syari).

3. Bertaubatlah karena Allah, hijrahlah secara fisik dan hatinya juga. Allah akan menguji dari hasil hijrahnya tersebut. Jika sudah benar, tutur kata benar, sabar, yang dicari ridhonya Allah SWT.

**Aku telah beriman, istiqomahlah (ada masa bosan, jenuh melemah namun sebaik baiknya iman yang turun adalah tetap menegakkan sunnahnya).

**Mulai kapan kita hijrah? Sekarang juga, sampai ajal menjemput kita.

**Hati yang baik tentu akan menuruti perintah Allah, bukan yang lain.

**Orang yang beriman hanya mencari rahmat Allah bukan pujian, untuk eksis, komunitas maka berhijrahlah dengan hati sehingga takkan merasa sakit hatinya jika dicemooh.

Tambahan dari admin kajiannya untuk tips hijrah bagi para akhwat :

Bersihkan Hati
Terkadang hati kita susah tersentuh oleh hidayah Allah, susah tersentuh oleh nilai – nilai kebenaran adalah karna jiwa dan hati kita masih kotor.Kita selalu mencari pembenaran terhadap apa-apa yang menurut kita benar tapi dalam pandangan islam adalah salah. Contoh yang simple adalah ketika kita enggan menggunakan kerudung dengan alasan “ah nanti susah cari kerja, nanti gimana mau makan nya?” atau “Lebih baik mana pake krudung tapi kelakuan buruk, atau ga pake tapi baik?”. Padahal antara lapangan pekerjaan dan menggunakan krudung tidak ada hubungannya sama sekali. Jika binatang yang melata saja rezeki nya di jamin oleh Allah SWT, lalu bagaimana bisa manusia yang diberkahi akal untuk berfikir takut kehilangan rezeki?

Niatkan Dengan Ikhlas
“Innama a’malu binniyyah” bahwa segala perkara ini tergantung dengan niat dan pastikan niat kita berhijrah adalah karenaNya, karena Allah SWT. Mungkin ketika nanti kita memulai berhijrah akan ada cemoohan, ledekkan, atau bullying terhadap kita. Tapi, terkadang untuk sesuatu hal yang baik kita perlu untuk menjadi si tuli yang baik.

Jangan Menunda Hijrah
Kebanyakan wanita yang gagal hijrah adalah mereka yang suka menunda. “Ah nanti aja deh”. Kebiasaan kita adalah demikian karena rasa malas, perlu diketahui bahwa perkataan “sawfa.. sawfaa..”,”nanti aja deh… nanti aja” adalah bagian dari tentara – tentara iblis. Ingatlah nasehat Imam syafi’I “Aku pernah bersama orang – orang sufi. Aku tidaklah mendapat pelajaran darinya dari dua hal, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotong nya, maka ia yang akan memotongmu”

Berkumpul Dengan Orang Muslim
Rasulullah bersabda “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka, hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa temannya”(HR.Ahmad dan Tirmidzi) Jika kita memiliki sahabat – sahabat yang selalu membantu kita dalam ketaatan kepada Allah, pegang erat – erat dia, jangan pernah kau lepaskan. Karena, mencari sahabat yang baik itu susah, tetapi melepaskannya itu sangat mudah. Dimana kita bisa mencari sahabat yang baik ? Jangan cari mereka di keramaian tempat – tempat yang menyanyi jingkrak-jingkrak tanpa memerhatikan busana nya yang minim itu. Mereka bisa di cari di tempat – tempat yang Allah selalu memberikan berkah seperti Masjid, Halaqoh, Bilik – bilik rumah tempat mereka bersujud. Memilih teman yang baik selagi muda adalah jalan menuju surga.

Bersabar dan Nikmati Prosesnya
Kesabaran adalah sahabat terbaik bagi penuntut ilmu. Sebab, ilmu, takkan didapatkan tanpa kesabaran melalui proses yang panjang. Begitu juga dalam proses berhijrah, menikmati proses merupakan salah satu kunci untuk istiqomahkan hijrahmu.

Pertanyaan audience:
1. Saya pernah mimpi yang menakutkan, apa yang harus dilakukan, yg mana dulu? Saya sudah makin rajin beribadahnya. Apakah teman jauh bisa dijadikan teman dekat?
(J) Mimpi ada yang dari Allah, ada yang dari syetan, ada yang dari diri sendiri. Mulailai perbaiki wudhunya, bacaan sholatnya dll. Teman dari mana saja bisa, mudah yang penting temannya baik.

2. Bagaimana mengkondisikan hati saat akan mengantarkan anak mondok?
(J) Bimbing anak untuk tholabun ilmi, paling efektif memang di pondok…karena lebih jelas ilmunya. Hasil akan kita tuai kelak, walau sedihnya sekarang. Doakan saja yang terbaik.

Note!
Hasil kajian hari ini bersama Ustadzah Estifa, jika ada kesalahan mungkin penulisnya yang kurang fokus dalam mendengar karena penulis juga masih dalam tahap belajar. Harap dimaklumi, jazakumullah khairan katsiran.

 


Komentar dan Tanggapan: