Berawal Dari Origami Hingga Online Shop Impian

Alyssa Zahra namanya, sulungku yang baru berusia 12 tahun ini memiliki kemampuan yang luar biasa dibandingkan anak seusianya. Jiwanya terlihat mandiri dan kreatif, apa saja barang yang dilihatnya bisa menjadi sesuatu yang berbeda. Menjadi menarik dan menyenangkan hingga membuat teman disekelilingnya tertawa bahagia, dan tak sedikit yang minta diajarinya. Lambat laun jiwa kreatifitasnya merambah kejiwa wirausaha. Awalnya saya kaget saat dirinya berusia 7 tahun, karena sering sekali membeli peralatan seperti kertas origami, lem, pewarna dll lama-lama sudah tak minta dibelikan hanya minta diantarkan saja. Ternyata ada saja yang pesan origami yang diciptakannya tersebut, ini yang membuatnya rajin juga menabung sehingga dapat membeli bahan pendukungnya.

Saya sempat bertanya apa cita-citanya? sikaka jawab, ingin jadi pengusaha. Wow saya antusias sekali mendengarnya, terlebih dirinya sangat detail saat melihat produk yang disukai terutama yang berkaitan dengan mainan. Maunya bisa bikin dan menjualnya juga, ahahaha. Respon positif selalu keluar setiap kali melihat mainan yang ditemui entah ditoko ataupun pedagang kaki lima. Hingga akhirnya saat berusia 10 tahun dirinya minta dibelikan handphone untuk membuka online shop disalah satu media sosial yang diinginkannya.

Whats?! Saya awalnya surprise  dong…sekaligus ga percaya kalau anak 10 tahun ko mau buka ol shop? tapi begitu melihat antusiasnya yang besar sampai-sampai celengannya dibongkar untuk membeli sebuah handphone saya turuti saja membelikannya dan dengan sendirinya dirinya berselancar membuat ol shop dengan namanya Alyssa. Selain membuat OL Shop dirinya juga nekad membuat mainan kekinian seperti slime dengan segala jenisnya dan bahkan mengajak bundanya berjualan setiap hari minggu di GOR sehabis berolahraga.

Saya mendampinginya dengan penuh percaya diri agar dirinyapun yakin usahanya sangat saya hargai, karena memang dengan kesungguhan akan tercipta hasil yang maksimal. Terbukti hasil usahanya terbilang cukup diperhitungkan bahkan kini sudah mulai menambah  jenis lainnya yang sedang hits. Bagi saya itu sebuah prestasi yang gemilang, memiliki usaha dengan hasil usaha yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan sekolah, menabung bahkan sering memanjakan ketiga adiknya untuk bertamasya atau sekedar kulineran ditempat yang ditentukan. Bagi saya itu sebuah prestasi gemilang yang mengharukan, kemandirian dan keuletan dengan tekad yang besar menjadikannya gemilang diusia muda.

Sebagai ibu yang support, sayapun terlibat memanagenya dari pembelian bahan hingga menghandle pesanan yang masuk mengingat sisulung setiap harinya pulang sore dan hari libur hanya sabtu dan minggu. Tanpa kenal lelah dirinya berjuang memproduksi slime yang sudah berlabel namanya, membuatnya mempackingnya hingga menjualnya. Sedangkan peran aktif sehari-harinya,  dirinya cukup memposting produk baru yang datang. Karena memang tokonya harus sesuai dengan keinginannya bahkan bahasanyapun  tak pernah melibatkan diri  saya, namun saya salut melihat tata bahasa yang baik yang seolah bukan dibuat oleh anak yang beranjak remaja ini. Mimpinyapun makin besar,  dirinya ingin memperbanyak produk mainan baik modern maupun tradisional (menurutnya agar tak melupakan sejarah dan menyenangkan sang pembuatnya). Niatnya untuk berbagi terhadap anak-anak kurang mampupun ( hingga anak yatim piatu) dengan memberikan cuma-cuma dagangan ditoko kecilnya atau bahkan hasil produksinya membuat saya berkaca bahwa tak perlu menjadi besar untuk berbagi hal yang besar, selama melakukan dengan ketulusan dan fokus kelak hasilpun akan mengikuti.

Sukses ya Ka…Bravo!! Banyak cinta untukmu.

*cerita ini diikutsertakan dalam Indomilk semangat gemilang.


Komentar dan Tanggapan: