Kajian Ahad Masjid Nurul Ikhlas, 6 Hal Yang Biasa Dilakukan Rasulullah

Alhamdulillah seneng banget bisa mengikuti kajian ahad masjid Nurul Ikhlas bersama Ustadz Kifni yang dibawakan secara segar sehinggat tak membosankan saat didengar.  Beliau menjabarkan 6 hadist yang biasa dilakukan Rasulullah :

 

1. Naik mengucapkan allahuakbar, turun mengucapkan subhanallah, kepleset bilang inalillahi. Nah … mengucapkan Allahu Akbar ini tak perlu saat berdemo saja sambil mengepalkan tangan apalagi (makjleb).

2. Istri Rasulullah, Aisyah…gadis cantik, putih, bersih sehingga menjadi sumber kekuatan Rasul. Kenapa Aisyah (Binti Abu Bakar) tidak memanggil dengan nama suami langsung akan tetapi menggunakan istilah wahai Rasulullah, karena yang ditanya bukan masalah pribadi. Begini arti hadistnya : Wahai Rasulullah Apakah engkau tidur dulu sebelum sholat witir? Rasulullah berkata “Wahai Aisyah sesungguhnya kedua mataku tidur namun hatiku tidak tidur (Muttafaq Alaih). Mungkin kalau kita sebaliknya ya….

3. Hadist ke 3 contohnya saat tak mendapat sarapan, nabi langsung meniatkan puasa istri tenang sehingga menjadi ringan sama halnya saat mendapati anggota keluarga yang meninggal harus tenang agar ringan langkahnya itu perlunya membaca dzikir tauhid, didunia bisa minta tolong saat tak punya apa-apa dan banyak problema. Namun diakhirat tak ada yang mampu menolong selain diri sendiri. Contoh lain saat minum kopi pahit, istri lupa ngasih gula ya nambahin gula sendiri kalau emosi hati dongkol, kopi mubah, gelaspun pecah.

4. Hadist 4 ” Mudahkanlah dan jangan kalian mempersulit, sampaikanlah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari (Muttafaq Alaih). Contoh jangan mengharamkan penggajian Yasinan, tapi diberi masukan untuk mentadaburinya lalu ganti surat lain. Atau saat suami hanya hafal 5 surat ya sah saja, jangan diremehkan akan tetapi sebaiknya belajar lagi agar bertambah suratannya. Mumpung matahari belum terbit dari barat masih terbuka tobat kita. Karena saat kiamat tiba semua orang berbondong bondong kemasjid, ngaji quran dll sayang sudah tidak diterima taubatnya. 😛

5. Hadist 5 ” Apabila salah seorang kalian shalat mengimami orang-orang, maka hendaknya ia ringankan. Karena sesungguhnya diantara mereka ada yang lemah, yang sakit dan ada yang berusia lanjut. Dan jika salah seorang kalian shalat sendirian, maka silahkan shalat sesukanya (Muttafaq Alaih). Intinya, saat menjadi imam sebaiknya situasional dan kondisional (harus membaca makmum). Termasuk imam yang sujudnya lama, kalau sholat munfarid silahkan. Termasuk saat menjadi musafir bisa meng Qoshar sholat, atau menjama takhir / taqdim.

6. Sholat Isya adalah sholat yang bisa diundur contohnya orang yang sedang membantu korban longsor kondisi baju kotor jadi mengakhirkan sholat jamaah khusus untuk waktu isya (syukur saat awal) syuhul (repot/ kepentingan) ini maksudnya dilakukan berjamaah khusus untuk kelompoknya.  Salaman sholat setelah doa selesai bukan pasca salam (boleh bersalaman jika spontan baru pernah ketemu misalnya)

Hadist lengkapnya ada dilembar copyan, saya tuliskan intinya saja untuk pembelajaran diri sebetulnya. 🙂


Komentar dan Tanggapan: