Cara Menghukum Anak Tanpa Menghakimi

Sejak ada Instagram jadi sudah jarang curhat anak-anak lagi nih disini mwihihi… abis kalau disana bisa langsung segamreng gitu liat catatan hariannyakan, kalau diblog ya kudu diklik dulu ga bisa langsung banyak liatnya. Hahhaa…apaan seh!! Mentang-mentang lagi happy hari ini bawaanya, iyah karena kalau sabtu anak-anak yang SD libur nih jadi waktunya jalan-jalan ceritanya. Cie…jalan-jalan, emang saban minggu juga jatah jalan-jalan sih tapi minggu ini (khususnya hari ini) ada yang beda. 😀

13734903_1141335649260237_1674469064252683665_o

Bedanya? ya cerita sisulungku yang istimewa itu, yang baru diawal-awal masuk sekolah tiba-tiba mogok karena alesan ga jelas sampai rasanya ingin sekali hati ini menjerit. Dimana yang lain happy sianak istimewaku ini malah bete dan itu sempat berlanjut beberapa kali dengan dalih minta home schooling  dan alasan lain karena pelajaran kelas 6 terlihat berat (padahal baru liat jadwal saja belum menjalaninya). Entah karena  sudah keranjingan dengan hobi yang digelutinya yaitu membuat slime sekaligus menjualnya, koleksi squishy dan squeezhy. Intinya masih suka dengan main dan bermain. 😀

Setelah berkonsultasi dengan pihak kepsek akhirnya kita pantau dulu deh seminggu diawal, kalau masih terus berlanjut terpaksa mau resign dulu. Tapi saya terus berupaya untuk memupuknya menjadi anak baik yang bisa menyeimbangkan waktu sebaik mungkin (ga harus nilai bagus ko, yang penting semangat belajar  di sekolah itu tetap ada). Yah minimal kalau mau nyoba home schooling ya tahun depan deh. Iya, saya coba intropeksi bisa jadi karena kesalahan diawal yang menyekolahkan anak lebih dini sehingga diusia yang harusnya lebih serius masih belum bisa fokus.

Saat memilih kembali liburan (dirumah diminggu pertama kemarin), saya coba beri pilihan padanya bahwa didunia ini ga bisa kita bebas sebebas-bebasnya untuk tidak memiliki aturan. Dalam Islam saja ada aturan ko karena kita diciptakan sebagai manusia beradab dengan segala aturannya yang bertujuan untuk memuliakan diri kita sendiri. Masa mau semau gue!  sekalipun masih tetap kurang manut ya akhirnya saya kasih ketegasan untuk memberhentikan aktifitas yang disukainya. Jadi selama liburan dirumah ya tidak saya kasih akses teknologi, termasuk tidak mengantar jalan-jalan dan membeli kebutuhan untuk ‘dagangan’ nya.  Intinya tidak memberikan perluasan jalan terhadap hal-hal yang sangat disukainya. :(

Lama-lama mungkin ngrasa ga enak ya…dan menyadari bahwa ternyata didiemin  Bunda itu ga enak sama sekali! bosen juga kan kalau hanya melakukan hal yang sama (dengan membatasi penyaluran hobi) dalam satu hari apalagi dua tiga hari (namun hukuman hanya berlaku pada saya, Ayahnya sih masih akur aja kasian mungkin kalau dua-duanya ‘ nyuekin).

Alhamdulillah hari selanjutnya hingga hari ini udah ga ada lagi mogok kaya gitu setelah saya coba mengertikan maunya. Saya fasilitasi semua hobinya namun dengan perjanjian mau semangat bersekolah kembali. Nah saking semangatnya dirinyapun memesan seragam baru dan membeli buku baru pilihannya ditoko buku hari ini. Iyah, bagi saya itu surprise…!! Terlebih uangnyapun dibeli dari tabungannya pribadi tanpa merasa keberatan dan tanpa paksaan dari saya. Saya hanya tercengang sekaligus takjub akan perubahan ini, sujud syukur tiada henti karena istimewanya hari ini. Sudah lama sih sering beli barang yang disukai dari tabungannya, namun untuk kebutuhan sekolah ya baru kali ini itu yang bikin agak beda! hehehe…

Sengaja memang tak saya pilihkan buku di sekolah karena seperti tahun – tahun sebelumnya jarang tersentuh sekali, karena memang kurang minat belajar formal sebaliknya lebih menyukai kegiatan yang menyita kreatifitas dan ketekunan, atau sekedar jalan-jalan. Jadi saaya khawatir dirinya akan keberatan, eh malah sebaliknya ternyata…dirinya memilih sendiri dan membayarnya sendiri saat dikasir. Doaku terjawab ternyata Gusti Alhamdulillah….matur nuwun sudah menjadikannya anak baik semoga hamba mampu memupuk semangatnya hingga tak perlu kaget lagi dengan segala perubahan hormonal yang dilakukannya. Bantu dan bimbing hamba untuk selalu berada dalam kebaikan sata tumbuh bersamanya. LUV Kaka Alyssa….mwah!! 😀





Komentar dan Tanggapan: