Sonya Depari, Inalillahi …. Turut Berduka Cita

Baru tadi pagi ramai diperbincangkan (walau kejadiannya kemarin sore) gara-gara video yang beredar, gadis cantik siswi SMA Methodist Medan “Sonya Depari Sembiring”  ini langsung dibully jutaan netizen. Pasalnya video yang beredar itu bagai cuplikan sinetron dimana seorang anak gadis berani menunjuk, seolah memaki polwan yang sedang menertibkan mobil Honda Brio yang dipakainya. Seolah mengecam, membentak  bahwa dirinya anak jendral yang ga boleh sembarangan diatur. >_<

Keterangan sang polwan (terlihat juga di video nya) yang memang bertugas menertibkan arus lalu lintas, tak ada yang salah. Hanya menghimbau sekaligus mengecek surat kelengkapan kendaraan. Setelah dicek lengkap, tetap dibebaskan untuk jalan dengan tertib namun reaksinya? Bisa dilihat dalam video ini, sampai heboh statement kutandai kau….!! dibeberapa status media sosial. 😛

 

Saya sebagai warga sekaligus ibu, turut prihatin….melihat riasannya yang tergolong glamour (untuk ukuran anak sekolah), attitude nya yang bikin ngelus dada dan pada akhirnya ayah kandungnya  Makmur SembiringDepari (53 tahun) meninggal dunia akibat sakit.  Entah sakit apa sebelumnya(dugaan sih jantung), yang jelas berita ini begitu ngehits  karena kecaman seorang anak berseragam putih abu-abu yang ngaku-ngaku anak jendral Deputi BNN Arman Depari (padahal hanya keluarga besarnya alias pamannya).

sonya depari

Mulutmu harimaumu dan karma itu ada, benar! Jangan pernah sok jagoan. Berlindung dibawah nama besar, yang dalam sekejap saja nama besar tersebut bisa saja berubah drastis hingga tragis. Ingin rasanya memeluk anak cantik itu, membisikinya perlahan bahwa dirinya lebih layak menjadi anak manis dengan segudang prestasi dan segala kebaikan yang dimiliki. Semoga dengan kepergian papahmu dihari yang sama kau dikenal diseantero jagad, menjadikan pelajaran berharga bagimu ya Nak…duniamu masih panjang, coretlah dengan segala kebaikan yang kau tanam dan tak ada kata terlambat untuk berubah menuju perbaikan.

*Akun IG pun diprivat semua pada akhirnya, mungkin memang itulah yang terbaik!





Komentar dan Tanggapan: