Shopping Race Alfamart, Kok Bisa Hadiahnya Ga Sesuai Jumlah Anggota?

Hmm….akhirnya nulisin juga deh unek-unek yang bikin gemes ini hihihi. Ceritanya beberapa waktu lalu saya tertarik mengikuti Shopping Race Alfamart yang dimulai Oktober – Desember 2015. Bikin grouplah kita dan maksimal anggota + ketua berjumlah 15. Kita maksimalkan dong jumlahnya agar tujuan tercapai dan ini tak mudah karena mengajak tim/ (jumlah tim kita : 15 member) untuk belanja setiap hari min Rp.10.000 sebanyak 5x transaksi. Kebayang dong…. Alfamart sudah kaya toko sendiri saja jadinya, ngapelnya tiap hari ga cuma JSM saja soalnya hahaha….sampai sudah kaya saudara sama kasirnya (hafal banget). Walaupun begitu tak sedikit permasalahan yang dihadapi baik diawal, ditengah maupun diakhir perjalanannya. *Hasissh*

Diawal? masukin data anggota error  terus sampai akhirnya periode pendaftaran diperpanjang, mungkin mereka mengakui kalau sistem sedang tak ramah dan itu lama penanganannya. Setelah bisa terdaftar, eh nama saya tiba-tiba hilang dari daftar anggota setelah sebulan berbelanja pula. Hwaduuuh….telp-telponan lagi dah kita, walau sibuk melulu, sekalinya diangkat juga lama lagi proses pengaktifan registrasi saya. Untung ada bukti sms validasi bahwa no ponta saya sudah terdaftar walau di web sempet tertelan namanya.  😛

Lalu ditengah perjalanan? ada beberapa member yang bermasalah dengan struk artinya ada beberapa kasir usil yang tak memberikan struk asli,  ada lagi yang namanya tak tercantum dalam struk was-was dong karena khawatir ga keinput belanjaanya. Hwaa…rame deh inbok  group tiap hari curhatin  all bout Alfamart, dari A-Z. :)

Dengan jumlah 15 orang kita semangat belanja tiap hari. Lalu bagaiman caranya? diserahkan pada masing-masing anggota. Awalnya kejer target ke Jepang, tapi untuk menaikinya agak sulit rasanya walau diawal-awal PEDE banget. Namun setelah baca nama-nama group lain seolah seperti group dari masing-masing cabang Alfamartnya itu sendiri (mungkin karyawannya boleh pada ikutan) mulai jiper deh. Ko bisa sih  nama-nama cabang Alfamart ikutan juga? jelas lebih tinggi score nya tanpa harus mereka yang belanja. Bisa jadikan? bisaaaa……..!!!Tapi karena kita group yang baik hati, yang hanya berusaha dan berdoa agar tak terjadi kecurangan dalam penilaiaan dan hasil akhir. Akhirnya posisi perjuangan kita bertahan diurutan ke enam, yeay…! hahaha…*dilarang bilang yaaahhhhh. 😛

alfa sr

Kita saja sudah hebat kok, karena kita murni berjuang melalui belanjaan kita yang dilakukan hampir setiap hari. Lalu masalah kemudian muncul saat sang ketua dihubungi pihak Alfamart yaitu mengabarkan pengambilan hadiah yang ternyata jumlahnya hanya 7 tujuh ! Hahh????!!…apah!!! tanda tanya besar dong. Jumlah kitakan 15 kenapa hadiahnya 7, masa suruh paroan gitu sih. Saya masih teringat kala menelfon dulu, iya saat complain nama saya yang tak ada dalam data base website shopping race padahal sudah divalidasi. Saya nanya jumlah hadiah sesuai jumlah anggotakah? jawab CS iya katanya (sayang lupa nama CS nya)….makanya kita semangat bikin tim dengan jumlah maksimal. :(

Kalau memang ada ketentuan 7 hadiah atau sejumlah hadiah tertentu, kenapa tidak tertulis diawal mekanisme sehingga kita paham betul dan kita bermain sejumlah hadiah saja. Lalu apakah yang menang keluar negeripun  dipangkas jumlahnya? ga mungkin kan? Profesional dong…!! masa nama sebesar Alfamart memberi hadiah ko separo-separo? terang saja kita kecewa berat! 😛

Dari awal sudah berjuang tinggal memetik hasil ko ya ‘dikerjain’ lagi, jadi bikin ill feel buat ikutan lagi kalau caranya seperti ini. Ketentuan nama group dan peserta yang saya baca ko seperti nama-nama toko Alfamartnya itu sendiri membuat kita agak minder awalnya karena kita bermain bukan sebagai toko namun konsumen akhir.  Namun kita tak boleh menyerah sebelum bertanding, makanya kita lanjut sampai final. Jadi tolong lebih dihargai perjuangan kita ini dengan lebih profesional lagi  paling tidak berikan hak kita sejumlah pemain (member) atau selanjutnya membuat kita jera untuk ikuti promo berikutnya lagi.

*Tunggu kelanjutan kisah berikutnya ya…apakah direspon dengan baik atau memang harus lewat publikasi media yang lebih besar lagi? wait n see….





Komentar dan Tanggapan: