Atraksi Lumba-Lumba & Aneka Satwa Di Purwokerto : Pentas Yang Tak Pantas

Huuu…rasanya dilema sekali saya saat itu, saat menyaksikan atraksi si lumba dan teman-temannya. Sikecil sudah memimpikan untuk segera menuju tanggal yang ditentukan (padahal masih seminggu lagi acaranya). Ya karena sepertinya sudah kesepakatan dari sekolah PAUD & TK se Kab Banyumas dan sekitarnya sehingga teruslah acara berlanjut. Saya juga penasaran untuk menyaksikan, karena kalaupun tidak datang ya tetap potong tabungan. Huwa hebat banget promonya! *hebatmaksa* 😛

Jpeg

Its okelah wajib, dibikin happy kalau gurunya gratis dan ada fee khusus perkepala untuk pihak sekolah. Pantaslah pihak sekolah jarang terdengar yang keberatan. Judulnya hiburan yang mendidik karena didalamnya atraksi para burung kakak tua, singa laut, beruang dan ditutup dengan silumba-lumba itu ada hitungan matematikanya. Tak heran tepuk tangan penonton riuh dan ramai seolah mengisyaratkan bahwa hewan tersebut hebat, keren, pintar,  masa manusia kalah (padahal tepuk tangan makin meriah membuat si lumba makin tak nyaman loh).

Jpeg

Pertunjukan yang digelar selama hampir sebulan berjalan 2 okt- 8 November 2015 ini kabarnya sudah pernah sebelumnya digelar di Purwokerto. Saya sendiri kurang paham kalau sebelumnya pernah. Ko bisa terulang jika banyak yang kontra? kenapa bisa diijinkan lagi? entahlah kalau saya sendiri lebih setuju ya dipantainya saja langsng. Kalau di Purwokerto hanya didalam tenda sepetak yang ngebosenin kali ya, pengap deh pasti dan tentunya air yang digunakan tentu tak senyaman air lautnya (tapi  menggunakan air tawar + klorin yang bikin panas).

Jpeg

Pertunjukan berjalan sekitar 45 menit, diawali dengan atraksi burung kakak tua, dan ditutup silumba. Pasti yang paling heboh si dolphinnya dong…karena faktor utamanya ya hewan yang dilindungi tersebut. Saya sempat shock juga waktu acara hampir selesai ko ada sesi pemotretan bersama lumba-lumbanya, kenapa tidak diakhir acara saja begitu agar lebih lega waktunya. Saat acara dimulaipun terlalu berlebihan deh panitia dari WSI yang berkantor pusat di Pantai Cahaya Klampok Sendang Sikucing Rowosari Kendal Jateng. Berlebihan jualannya kaka…!!

Jpeg

Usia PAUD< TK yang masih belum fokus penuh tentu saja lebih tertarik bawaan yang dijajakan panitia mulai dari popcorn, es milo, es krim, balon udara hingga foto bersama silumba-lumba. Total selembar merah deh kalau diayoin semua, dan itu belum termasuk karcis masuknya yang dibandrol Rp.15.000/ kepala (via sekolah-pelajar). Melihat itu semua pentas seperti ini  saya rasa  sangat tak pantas untuk diteruskan!

Dari segi human,  hewan yang dilindungi ya tidak untuk ditonton/diatraksikan apalagi sangat komersil. Untuk makan saja mereka harus berjuang dulu menuruti sipelatih. Lain ceritanya jika hewan yang dilatih bukan hewan langka, yang dilindungi. Saya melihat sendiri bagaimana si pelatih terus memberikan aba-aba sambil ngasih makan, begitulah seterusnya silumba ini dilatih sirkus dan berpindah-pindah dari kota satu keyang lainnya hanya untuk kepentingan sepihak. 😛

Argh…maafkan saya jika saya kemarin terlibat didalamnya bahkan sempat berfoto bersamanya karena saya juga ga ingin kehilangan momen bersama kalian Dolphinku. Semoga usia kalian panjang dan segera dilepas kehabitat aslinya. Cukup sudahlah dijadikan pertunjukan dan untuk bisnis, karena kabaranya hanya Indonesia yang masih menggunakan silumba untuk pentas. :(





Komentar dan Tanggapan: