Ayam Goreng Rempah Koepoe-Koepoe : Dari Aromanya Saja Sudah Khas

Eh siapa coba yang ga suka ayam goreng? ah rata-rata semua orang suka ya Jelajah Rasa, termasuk pecinta food combining yang penting saat dikonsumsi ga barengan karbo (gitu katanya hihihi). Nah hal itupula yang menimpa anak-anak saya nih #CurhatanRasa, sukanya gadoin ayam goreng apalagi yang semi bontot Aisha tuh, wah…kalau ditanya mintanya apa? jawabannya ya ayam goreng!! seolah ga ada cemilan yang lebih enak lagi, hihihi. Memang susah kalau udah doyan banget tuh yah, duh duh.  Jangan heran kalau hampir saban hari mengolah si ayam nih, terutama yang bagian paha karena sukanya memang paha biar kaya Upin-Ipin yang suka paha ayam goreng juga. 😀

Jpeg
Berhubung waktu saya terbatas didapur, jadi saya kurang begitu tertarik untuk ulek-ulek bumbu. Apalagi kalau kondisi udah cantik alais udah mandi, hahaha!!  Nah untung saja saya selalu sedia bumbu siap pakai dari Koepoe-Koepoe yaitu Bumbu Ayam Goreng Rempah. Membantu banget deh keberadaannya, hahaha….jadi waktu ga tersita untuk ulek bumbu dan nyari bahan lainnya. Tinggal langsung campurkan saja dengan air dan campuran ayamnya, rebus deh. Jangan lupa apinya sedang saja biar ga gosong hasilnya dan digoreng ga lengket. Gorengnya juga dalam minyak yang panas ya sehingga saat diangkat masih tetep keliatan golden brown (seperti gambar diatas).  :)

bumbu ayam

Nah isi bumbu siap pakainya kuning seperti digambar ya, hmm saat baru dibuka dari aromanya saja sudah khas. Yaa agak gelap sih memang saat difoto karena pengerjaannya malam hari didapur tuh. Ko malam hari? ya karena setelah saya ungkep, saya diamkan saja dipancinya sampai esok pagi baru lanjut digoreng. Tau sendiri dong jadwal pagi hari bagi Ibu Rumah Tangga, mempersiapkan sarapan kurang lebih dalam 30-60 menit, belum menyiapkan pakaian untuk dikenakan anak dan suami (termasuk saya sendiri) de el el …de el el el. Pokoknya full  deh job desc nya, serru!! :)

Balik lagi kesibumbu yang sudah membantu saya dalam memasak ini, aromanya khas banget saat baru dibuka.  Terasa sekali rempah-rempahnya. Produk yang terkemas dalam bentuk sachet (25 gr) ini biasanya saya pakai semua (langsung habis)  untuk takaran 1 kg paha ayam, atau 1 ekor  ayam dengan beberapa potong sesuai selera. Biar lebih segar biasanya saya tinggal menambahkan daun salam dan daun jeruk (optional), lalu tinggal masukkan saja kepanci rebus deh! Kalau  lihat labelisasi nya juga sudah lengkap loh baik tanggal kadaluarsa, BPOM, komposisi dan lainnya. Maklumlah sudah berdiri sejak 1942 gituloh PT Gunacipta Multrirasa, sang produsen bumbu instan beraroma khas tersebut. So….kalau masalah rasa,  ya sudah tak diragukan lagi dong Koepoe-Koepoe ini. 😀

 

 





Komentar dan Tanggapan: