Whats? Daun Katuk Menghambat Reproduksi …

Yeay…Alhamdulillah  panen panen…bhahaha gaya!! panen sekali masak doang aja bangga (walau seminggu sekali ya lumayan banget kaleus). Ya eyalah secara daun yang mengandung senyawa fitokimia (senyawa yang berkhasiat obat) ini nanamnya sejak punya anak pertama euy. Gampang pula,  cuma nanem batangnya aja (yang agak tua) dan turun temurun terus sampai sekarang. Uniknya walaupun uda tua ditebas ya nongol lagi anaknya jadi ceritanya si tanaman katuk ini beranak pinak kaka…!! Alhamdulillah  cuaca juga lagi sering hujan, jadi bawaanya makin adem n subur. Tau aja Saya kalau ngerawat tanaman seadanya dan setumbuhnya, andalannya paling air bekas nyuci beras.

khasiat, fungsi

Cuma Saya heran niih waktu googling di daunkatuk.com konon katanya daun katuk ini dilarang untuk diminum ibu hamil karena akan memperhambat reproduksi. Walah, Saya kemana saja niih…hihihi secara kalau masak sayur bening pilihan Saya ya daun katuk ini (bukan bayam) untuk dicampur dengan aneka sayur lainnya,  kalau bayam ya hanya buat sayur bayam bening saja tanpa campuran apapun dan itu Saya lakukan baik sedang dalam kondisi hamil ataupun tidak. Kalau sedang menyusui seperti ini sih makin lahap Saya, hahaha!! :)

Karena apa? karena manfaatnya banyak sekali bisa untuk memperlancar ASI, menambah zat besi dan nutrisi bagi Ibu menyusui, mengobati sembelit, menurunkan demam, memperkecil resiko terkena struk, mengobati keluhan berbagai penyakit kulit, memacu pertumbuhan hormon kewanitaan (membuat kulit halus), meningkatkan kesuburan pria dan meningkatkan kualitas sel sperma. Wiih … jadi kalau lagi program kehamilan mending rajin konsumsi sikatuk ini aja kali yess! eetapi  harus diimbangi pula dengan mengkonsumsi sumber mineral (terutama kalsium dan fosfor) agar khasiatnya makin optimal.

*Oke deh, sambil manggut-manggut Saya jadwalin wajib mengkonsumsi sikatuk ini minimal seminggu sekali (pas jatah kebon belakang) saat sedang tak hamil  tentunya. :)





Komentar dan Tanggapan: