Dua Puluh Ribu yang Membuat Hati Tergugu

Sebentar, ga usah  terburu-buru mengambil tisu ya karena cerita ini belum dimulai. Yaks…sekarang mari Kita mulai…eng ing eng…! 😀

Tepat di 22 Desember 2014 (yang dalam tanggalan nasional diperingati hari Ibu) ternyata baru kurasa real dramatic nya. Ya! karena tepat ditanggal tersebut, Saya merasakan kembali menjadi Ibu yang paling sempurna. Karena apa? karena dihari tersebut segala yang Saya perjuangkan berakhir dengan indah. Alhamdulillah, Saya dapat melahirkan putri yang keempat melalui segala prosesnya tepat dihari Ibu. Bidadari mungil tersebut Kami beri nama Anindya Zhafirah, yang  memiliki arti :  istimewa dan selalu beruntung (aamiin semoga sesuai harapan). *Haseeek*

Singkat cerita, para kakak cantik yang sengaja ingin menunggu Bundanya melahirkan pagi sekali sudah datang kerumah sakit tempat Saya bersalin. Saat itu Saya minta langsung pindah keruang Gangsar (kamar khusus melahirkan) bukan dikamar yang Saya inapi. Saya tak mau anak-anak  melihat Saya mengaduh kesakitan. Karena saat mereka datang, Saya mulai kontraksi yang teratur dan sakitnya itu alamak…! sungguah luar biasa nikmatnya. Mereka  sempat melihat  saat Saya didorong menggunakan kursi roda, Saya kasih tanda cinta kerlingan mata pada mereka. Anggap saja kerlingan walaupun mata satunya ikutan merem melek karena menahan sakitnya kontraksi. *Huufh…!*

Alhamdulillah…2 jam berikutnya keluarlah adik bayi yang mereka tunggu, dan tak berapa lama setelah suami membisikan lafadz kalam Illahi pada sibaby yang masih merah itu. Para Kaka kecilpun penuh suka cita menyambutnya dengan senyuman polos yang khas dan mungkin dengan sejuta pertanyaan dibenak. Kakak kedua yang paling active bertanya, “Bunda kenapa selang (infus maksudnya) masih ada saja? ga dicopot? kenapa Bunda tiduran terus ga duduk? masih sakit ya?” Semuanya Saya jawab dengan senyuman, karena perasaan Saya sendiri kala itu memang campur aduk antara plong, happy sekaligus lemas. *Halah*

Hal yang membuat Saya makin terbelalak saat sitengah bilang “Bunda dapet paket tuh dari Kaka, hadiah buat hari Ibu sama adek bayi”  Saat Saya menoleh si Kaka hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala dan menjawab “Engga deng, eeiya deng” Saya tahu karakternya memang suka begitu, malu-malu kucing tapi memang paling suka curhat dan menyampaikan perasaan lewat tulisan. Mungkin karena memang anak yang paling besar ya (walaupun baru 9 tahun) sehingga idenya lebih banyak ketimbang adik-adiknya. Sayapun melirik dua bungkus paket tersebut. sembari menatap kedua mata Kaka yang sedang asik menciumi adik barunya yang masih merah itu. Dalam hati berkata sejak kapan nii anak ngirimin paket via ekspedisi (pake JNE pula, kan jauh dari rumah tuh agent nya). *Heran*

paket JNE

6 Jam berikutnya ketika Saya boleh bangun untuk duduk pelan-pelan (pasca melahirkan), langsung Saya ambil dua paket tersebut. Kebetulan anak-anak dan suami sudah tak ada karena saat itu ada acara Parenting School yang diadakan sekolah yang sudah mulai liburan. Ternyata paketan tersebut dari sebuah brand kecantikan di Jakarta, masih ada resi JNE nya. Sedangkan yang satu ada klip dan plastik JNE nya juga (namun tanpa resi) dan ternyata itulah paketan dari si sulung. Jadi paketannya itu hanya menggunakan wadah dan plastik JNE bekas pakai, makanya kurang rapih,  hihhii….! tapi Saya sangat salut  karena tak menyangka ide pengiriman sisulung seperti itu dan isinya adalah taraaaaaa :

 

lomba

Beberapa buah origami hasil karya si Kaka yang memang membuat Saya selalu takjub (karena Bundanya boro-boro bisa yang aneh-aneh, paling banter bikinpesawat terbang yang saat diterbangin ga mau terbang karena salah lipetannya kali, hihihi). Adalagi selembar kertas dengan hasil cat warna bertuliskan I LOVE U BUNDA dan tanpa selembar surat yang biasanya si Kaka buat untuk Saya (saat Ultah mislanya). Saking penasarannya tetap Saya cari,  barangkali didalam origami box yang paling besar itu suratnya? ternyata pas dibuka isinya justru selembar uang dua puluh ribuan. Entah mengapa yang tadinya Saya mau belajar turun dan kasur, tiba-tiba tercenung lama dan ga mampu nahan air mata. Argh Kaka…memang paling jago membuat Bundanya terharu. Saya tahu dirinya rajin sekali menabung, walaupun jarang terkumpul banyak karena sedikit-sedikit terpakai olehnya sendiri entah untuk membeli keinginannya sendiri atau sekedar beramal (terutama di sekolahnya). Yaps  karena di sekolah kerennya si Kaka jika ada sumbangan untuk bencana alam misalnya, disarankan menggunakan tabungan sendiri (dilarang minta orang tua). *Hebring*

Begitu sore hari tiba, dan anak-anak kembali ke Rumah Sakit menengok Bundanya. Saya tanya maksud paketan si Kaka tersebut, jawabannya polos sekali “maksudnya itu untuk bantu Bunda bayarin Adek bayi, kan ngelahirin itu bayarkan Bunda?”  walah….jawaban polosnya itu membuat mata Saya kembali berkaca dan tak mampu terbendung rasanya. Kupeluk saja dirinya dan juga yang lainnya, kukatakan padanya bahwa kalian anak-anak hebat! dan kalian adalah Kado terindah yang Tuhan berikan untuk Bunda. So… kalau ditanya kado terindah menutup tahun 2014 kemarin (sekaligus menyambut tahun baru 2015 ini)  tentu saja jawabannya adalah kelahiran baby mungil dan surprise pengiriman dari  ‘JNE ala Kaka’ yang hebat! *Huraaay*

 

 





Komentar dan Tanggapan: