Bagaimana Memilih Pewarna Buatan Yang Aman Bagi Anak? (Berikut Cara Membedakannya)

Namanya warna pasti selalu menjadi hal yang paling menarik bagi anak-anak, lebih berwarna tentu lebih menarik pastinya. Okelah jika warna tersebut diluar warna makanan atau minuman yang dikonsumsi. Namun jika sebaliknya? tentu perlu diwaspadai, karena banyak sekali warna warni dari zat kimia yang beredar dipasaran yang bahkan menjadi konsumsi jajanan sehari-hari. Amankah? tentu jika lulus uji sensor via BPOM (dengan standarisasi tertentu)  masih aman-aman saja, walaupun begitu tentu tak baik jika dikonsumsi dalam waktu yang lebih lama bukan? jadi jika ingin aman secara kontan pilihlan pewarna alami. Apa saja jenisnya? banyak sekali yang didapat dari tumbuhan seperti daun pandan, daun suji, daun kelor, kunyit, wortel, buah bit, jeruk,  bayam merah dll.

Nah bagaimana cara membedakannya? :
Cek labelisasi (jika makanan tersebut makanan kemasan)
Cek warna, biasanya pewarna alami lebih pucat
Cek harga, biasanya lebih mahal dan stoknya tak banyak
Cek aroma, biasanya pewarna alami lebih beraroma (walaupun langu)

minuman dengan pewarna alami

Bagaimana memilih yang aman untuk anak-anak? sebisa mungkin ya Kita buat sendiri (sebagai ortu cerdas) jikapun tak sempat pilihan untuk mengkonsumsi jajajan basah/ tradisional lebih tepat untuk dikonsumsi (walaupun efeknya mudah basi).  Namun tentu  jangan terlalu tergiur dengan beragam warna jajanan  yang mencolok nyata (ngejreng), karena biasanya warna kimianya lebih kuat. Berbeda dengan pewarna alami yang biasanya cepat memudar dan tak tahan lama. Selama anak dibiasakan untuk memilih jajanan yang tepat, Saya yakin kebiasaan baik tersebut akan terbawa hingga kelak dirinya dewasa. Ingat loh bahwa kesehatan itu, mahal harganya. :)

So, biasakan beri pengertian pada anak terhadap pilihan warna yang alami saja ya, misalnya : ” lebih enak bolu kukus gula merah ini loh Ka…daripada yang berwarna merah itu, Cobain dulu deh pasti Kaka suka, kalau ga suka silahkan pilih yang itu”  Artinya giring anak untuk lebih memilih makanan yang lebih sehat atau yang kandungan nutrisinya lebih baik dan alami. Belakangan ada beberapa  pula ko toko-toko kue yang menyediakan kuenyanya dari  produk pewarna dari bahan alami seperti yang dipromosikan.

nyummiiii

Kalau anak-anak Saya sendiri sih sudah terbiasa mengkonsumsi pewarna alami, seperti puding yang  dinikmati sibontot Aisha (dalam gambar) yang berasal dari serbuk daun kelor. Atau saat sitengah Aqeela lebih memilih meminum es jeruk dibanding soft drink dan minuman berwarna lainnya. Pokoknya pintar-pintar orang tuanya saja ya untuk terus belajar menjadi orang tua yang baik dengan memberikan nutrisi terbaik pula untuk buah hati tercinta. :)





Komentar dan Tanggapan: