Pantai Teluk Penyu Cilacap : Eksotisnya Bikin Betah

Pantai yang terletak diselatan Kab Cilacap Jateng ini termasuk pantai terdekat dengan kota tempat Saya berdomisili yaitu Purwokerto Jateng. Hanya menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk menggapainya sehingga tak heran kalau anak-anak minta ke Pantai pasti sasarannya ya ke Pantai Teluk Penyu ini. Karena tak hanya pantai saja disana, melainkan terdapat juga aneka kuliner, kerajinan khas dan wisata lain seperti Benteng Pendem, dan Kampoeng  Proper. Bahkan jika ingin menyebranginya Kita akan temui Pulau Nusa Kambangan dan Pasir Putih. Saat akan memasuki wilayah pantai ini terdapat pos-pos penjagaan yang akan memberikan karcis parkir sekaligus kunjungan yang harus Kita bayar seperti dibawah ini  (perorang Rp.4000,-) up date  kemaren 21/04 Rp.5000,-  :

teluk penyu

karcis masuk pantai teluk penyu
Setelah memasuki kawasan pantai yang menjulang luasnya, Kita bisa pilih sesuka hati mau parkir dimana. Kalau Saya lebih memilih parkir diujung pantai karena lebih dekat melihat Pulau Nusakambangan  dengan jelasnya plus kapal yang sedang berlayar.  Walaupun terik menyengat, anak-anak sangat bersuka cita selalu untuk bermain disana selain mencari kerang  dipinggir pantai biasanya mereka mendirikan bangunan dari pasar pantai dan Ayahnyalah yang biasanya menemaninya. Saya hanya memantau dari jauh, ga kuat teriknya. Hahaha….ga mau item! 😛

teluk penyu cilacap
Bagi Saya Pantai Teluk Penyu ini begitu menggoda, terbukti seharian berada disana selalu mebuat Saya betah karena menikmatinya. Tak hanya Saya tentu, keluarga yang senantiasa ikut bersama menikmati keindahannyapun selalu Saya ga minta pulang kalau belum sore alias mau Maghrib. Karena setiap pukul 18.00 pantai ini memang ditutup untuk kunjungan wisatawan.  Dijam tersebut kabarnya polisi jaga akan melakukan sidak untuk mengecek apakah masih ada yang berkunjung atau tidak. Jadi sebelum disuruh pulang biasanya Kami pulang duluan sekitar pkl 17.00 nya.

pantai teluk penyu cilacap
Melihat pantai ekostis ini tentunya semakin mendekatkan diri Saya yang begitu kecil ini dengan Sang Pemilik alam raya.  Rasanya betah untuk selalu memandangi alamnya yang begitu luas dan indah. Apalagi jika pagi hari, sepertinya lebih sejuk dan mempesona. Sayang, Saya biasanya siang hari sampai disana, jarak yang lumayan membuat Saya jarang mengunjunginya alias hanya sesekali saja itupun jika waktu libur tiba. Jika sudah sampai sana bawaannya males pulang, hahaha!!

Pantai teluk penyu cilacap
Setelah itu langsung Kita narsis lagiiih, mumpung ada kapal yang sedang berlayar di Pulau Nusa Kambangan (lumayan bikin background makin keceh). Ups! untuk berlayar ke Pulau Nusakambangannya sih harus ada ijin dulu ya, ga bisa sembarang orang menuju lapas tersembunyi itu, dulu Saya sempat kesanapun karena ada tugas khusus dari Kampus. Kalau bawa anak-anak ya hanya sekedar lewat saja untuk menuju Pasir Putih (tetep makan waktu lagi lebih lama karena beda lokasi).

Menikmati Keindahan pantai teluk penyu cilacap

Siapa yang tak tergoda dengan Pantai teluk Penyu Cilacap Ini, yang Saya lihat hampir semua wisatawan baik lokal maupun manca yang datang membawa rombongan membuat kelompok sendiri untuk mencari posisi yang enak untuk menikmati kebersamaan. Sama seperti anak-anak dan suamiku tercinta, mereka bermanja-manja sembari melempar sejuta pertanyaan yang ada dibenak mereka. Seperti : “isi kapal yang sedang berjalan itu apa saja? kenapa ikannya ga kelihatan? lalu yang diujung tinggi seperti monas itu apa?” hahaha…maksudnya mercusuar yang berada ditengah pantai kalii. Terlihat seperti dekat padahal lumayan juga jaraknya. 🙂

Pantai Teluk Penyu
Lalu selain keindahan, tentunya ada pula kekurangan yang dimiliki pantai ini yaitu masih terdapat sampah yang berserakan dipinggir pantai. Bahkan saat Saya duduk dibawah air saat menghadap barat untuk melihat kapal yang berlayar menuju Pulau Nuskambanganpun ada sedikit sampah yang tergenang, dan itu beberapa plastik kemasan bekas jajanan. Ah, sedih rasanya dengan para pengunjung pantai semacam ini. Walaupun banyak penjual gerobak berkeliling seperti rujak, somay, burger hingga es krim kan tetap saja bisa Kita buang sampahnya disebelah warung-warung tenda yang bertebaran. Ya memang agak janggal juga disekitar pantainya tidak disediakan tempat sampah sehingga bagi mereka yang makannya bebas (tidak dialam warung tenda) bisa saja mereka asal lempar sampahnya ya. 🙁

penjual ikan asin
Selain penjual kuliner yang berkeliling dan warung tenda, ada juga penjual ikan asin untuk oleh-oleh yang Kita bawa nih dengan segala variasinya. Harganya juga murah sekali mulai dari Rp. 2000,- hingga Rp.20.000,- perbksnya dan itu harga pas loh, hahaha … ga bisa ditawar. Gpp deh, menyenangkan penjual itu baik bukan? 🙂

Oleh-oleh Khas pantai
Nah untuk anak-anak yang ga bawa stok pakaian seperti anak-anak Saya, bisa langsung beli saja pakaian khas Pantai yang bertuliskan Pantai Teluk Penyu Cilacap dikedai yang disediakan. Harganya lumayan juga agak tinggi, tapi kali ini bisa ditawar ko, walaupun hanya Rp.5000,- dapetnya lumayan juga buat bayar air mandi, berwudhu dan cuci anggota badan lain. Mwihihi…iya, dipantai ini yang kurang ya toiletnya tak tersedia. Adanya hanya diwarung-warung tenda yang memang mereka (pemilik tenda)  sewakan. Dengan tempat yang pas-pasan  dengan air yang sangat jernih dan harus ditimba/ dikerek oleh sang penjaga sumurnya.

Overall…mbolang (jalan-jalan)  ke Pantai Teluk Penyu Cilacap, sungguh mengesankan tentunya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Namun bagi Saya sangat menggoda untuk kembali mengunjunginya. Apalagi rujak buahnya, karedoknya, somaynya dan lain-lain banyak hahaha.  Mari Kita cintai sekaligus lestarikan kekayaan alam ini termasuk produk dalam negerinya. Karena kalau bukan Kita siapa lagi? So yang bikin betah selain eksotis pemandangan alamnyanya ya kulinernya juga. 😛

Nah, kemarin (21/04/10) saya kesana lagi udah bawa baby Anin, yeay!! dan foto kapal pertamina dari dekat dengan pemandangan alamnya yang eksotis dan panas banget ituh tetep narsis ajah! 🙂

Jpeg


Komentar dan Tanggapan: