Eksplorasi Dalam Sehari : Singapore Flyer, Merlion Park, China Town, Little India & Orchard Road

Saat pertama kali menginjakan kaki di Bandara Changi Singapore, owh ga percaya dah sampai juga…!!! hahaha…bandaranya super luas dan super ketat, karena penjaganya terkesan tegas-tegas sekali dan rada galak (ga ada senyumnya sama sekali). Hihihi, dasar orang Indonesia ya biasanya senyum-senyum mulu sih. Jadi dicuekin kesannya galak! Padahal belum tentu juga, jangan liat sesuatu dari luarnya kaka….!! mending jalan kaki lagi dah menyusuri  lantai berjalan, biar ga cape-cape amat. Mana pintu keluar ga nyampe-nyampe lagi, hihihi. Pas rada kebelet, langsung melipir ke toilet yang super bersihnya. Wah, bahkan ada air minum gratis segala dan ga tanggung-tanggung minumnya langsung dari kran, hihihi norak ya….pengen ikutan sii tapi  masiiih rada gimana gituh kaga biasa minum langsung dari kran soalnya. 😛

air gratis

Begitu sampai di pintu keluar, langsung berjumpa dengan Mr Wandi yang tak lain adalah driver/ tour guide Kita selama dalam perjalanan tersebut (tentunya channel dari Bayu Buana Travel Services) . Langsung kenal ya, karena si Mr bawa papan nama Saya tuh hihihi….dan langsung deh Kita dibawa jalan-jalan keliling Singapura tepat di pukul 10.00 waktu Singapura (beda satu jam dengan Indonesia rupanya).

Perjalanan sinapura

Dalam perjalanan si Mister banyak becerita tentang Negaranya (ybs orang Singapura asli katanya). Sayapun nyimak baik-baik, buka mata (melihat indahnya sekeliling), buka telinga juga sambil mendengar kisah yang dipaparkan.  Oke memang kanan kiri tata letak nya rapi dan sangat bersih. Gedung pencakar langit banyak dijumpai, karena memang Singapura ini  lahannya minim, ga heran harga tanah permeter bisa  sampai 30 juta SGD (itupun hanya orang-orang tertentu yang memilikinya).  Rata-rata penduduk disana menghuninya apartemen, karena memang harganya lebih terjangkau (apalagi milik pemerintah). Beda dengan ditanah air, rata-rata yang memiliki apartemen ya kelas ataslah. 😀

apartemen singapore
Uniknya lagi walaupun dinamai Kampung, tetap saja terlihat bangunannya mewah/ elegant  so jangan harap melihat rumah-rumah kumuh disana, semuanya serba wah! Termasuk masalah kedispilinan nih, salutnya luar biasa Saya. Sampai -sampai Saya nanya, ko ga ada polisi dijalanan ya? hahaha…ternyata tanpa polisipun mereka bisa tertib. Karena dikendalikan oleh satelit, mau melanggar? silahkan…tunggu saja 3 hari kemudian datanglah surat cinta kerumah untuk dimintai pembayaran denda pelanggaran yang Kita lakukan tersebut. Lampu merah ya berhenti, para pengguna jalanpun menyebrangnya  seperti barisan gitu. Kalau sudah lampu hijau menyala bagi pengguna jalan baru mereka menyebrang, beda dengan di Kita yang suka sesuka hati menyebrang jalan. Akibatnya? rawan kecelakaan tentu saja.

antrian menyebrang
Cara jalan merekapun tergolong cepat, time is money benar-benar terasa kental sekali, karena memang apapun dinilai dengan uang termasuk parkir kendaraan dirumah Kita sendiri sekalipun.  Diluar sana, perhitungan parkir perjam jika ada yang mangkir? tetap saja ketahuan karena ada kartu parkir yang bisa dibeli di gerai tertentu seperti sevel misalnya. Dan ada petugas khusus yang wara-wiri liatin kartu  parkir dalam mobil, lalu mencatatnya. Petugas ini tidak dilengkapi dengan seragam, bahkan terlihat seperti pemulung kalau di Kita (namun lebih rapih lagi). Makanya Saya heran waktu hotel yang Saya inapi tak menyediakan tempat parkir, jadi saat menunggu lebih baik digunakan berkeliling saja mobilnya begitu. Hihihi ada-ada saja ya. 😛

Aih…cerita mulu, kapan review lokasi yang disinggahi dong. Oke oke…karena Singapura kecil, menurut Mr Guide seharian jalanpun bisa langsung dihabiskan keberbagai tempat, termasuk beberapa tempat berikut ini :




Indeks Halaman 1 2 3 4 5 6

Komentar dan Tanggapan: