Pasar Wage : Pasar Tradisional Terbesar Di Purwokerto

serunya ajak anak  bermain kepasar

Hanya saja waktunya jelas harus hari libur, dan pastinya makin penuh niih Pasar kalau hari libur. Jadi mending agak siangan kesananya agar lebih leluasa berbelanja, toh niatnya memang mengenalkan anak-anak saja dengan pasar tradisional dengan segala yang ditemuinya. Capenya  ga berasa kalau bawa anak, yang ada cape mulutnya mwihihi maklum kadang baanyak nanya, kadang berantem kadang minta yaang aneh-aneh gitu deh, namanya juga anak-anak. 😉 😉

Karena banyaknya yang belanja kesini adalah para pembeli partai besar untuk berjualan lagi di rumahnya atau memang untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam jangka waktu yang lebih lama sehingga harganya berbeda dibandingkan konsumen akhir (konsumen biasa). Hebatnya para pedagangpun tahu gerak-gerik bakul atau pembeli biasa kaya Saya, mwihihihi. Jadi kalau Saya sendiri lebih puas berbelanja ke warung tetangga atau pasar kecil saja, karena harganya sama. Karena kalau langsung ke Pasarnya selain cape dijalan belinya juga jadi macam-macam sekali, apa aja dibeli padahal yang dimasak hanya beberapa saja ya. 😛

Eh didepan pintu utama (pintu masuk barat) dan juga pinta masuk timur terdapat banyak sekali angkot dan beca yang parkir menunggu langganannya. Belum lagi dicampur dengan parkiran motor, crowded  deh kalau lewat Pintu Timur. Jadi nyari aman aja lewat pintu barat ya! Asiknya nih kalau masuk Pasar sini, segala jajanan tradisional ada…hahaha ini yang sulit saya dapat di warung sayur langganan. Jadi tujuan utama Saya berkunjung kesini biasanya kalau ga beli jajanan tradisional ya ikan lautnya karena kedua pilihan tersebut agak sulit didapatkan di Pasar kecil, jikapun ada ya kurang lengkap gitu deeh. Hehehe…!!

Hmm, Saya salutnya kalau kesini banyak sekali si mbah-mbah yang masih produktif jualan…jelas saja inipun salah satu inceran Saya yang harus Saya beli tanpa harus tawar menawar lagi.  Wong ga ditawarpun mereka sudah berjualan sepenuh hati loh, melihat Saya belanjaannyaa banyak si Mbah tersebut memberikan Saya plastik besar dengan ikhlasnya dan berkata Niki ampun teles mboten nopo-nopo? (ini ada plastik basah gpp) Ahh, Sayapun tak tega menolak bantuannya Saya ambil saja dan berkata Matur nuwun Mbah. Saat perjalanan pulang pikiranpun berkecamuk rada haru, hahaha drama lagi! Selalu ada hikmah disetiap kejadian yang kita alami sehari-hari ya? kalau si Mbah saja empatinya tinggi, bagaimana dengan Kita? 🙁

*Karena si Mbah itupulalah yang membuat Saya pengen belanja kesini lagi*

Indeks Halaman 1 2

Komentar dan Tanggapan: