Dan Rasa Harupun Tak Terbendung

Pengen nulis drama non fiksi ah (beuh…gayanya!)   dan itu terjadi pada karakter anak manisku bernama Aqeela Zia Putri Guna Syehyar. Masih terlintas dalam ingatan “Kaka..kaka…nanti kita main kesana yuk”  saat dirinya menonton Legoland versi You Tube.  Sang Kaka pun antusias sekali melihatnya, lalu hampir setiap hari  dibulan yang sama  (Desember-Januari) mereka menontonnya mulai dari Legoland Malaysia, Legoland California, Legoland Florida, Legoland Billund, Legoland Deutchsland, hingga Legoland Windsor. Tak heran Saya kepikiran melihat tingkah anak dua ini dan dalam hati berkata ingin membahagiakan mereka kesana (jadi ga hanya sekedar nonton belaka). 😀 😀

Bermain bersama anak

Saat semuanya terjawab melalui kemenangan ini, dan Saya beri tahu mereka whuaa…merekapun antusias sekali. Si Kaka berteriak (karena dia pulang duluan dari TPQ sore) “Qel..Qela ..!! Bunda menang Legoland nih”  si manispun tergopoh-gopoh berlari masuk menuju rumah sepulang TPQ. “Haiyah? beneran? Yeayyy!! asiik Alhamdulillah ya Bund…hore!!!”  merekapun tenggelam dalam suka cita bersama. Malamnyapun ku bilang pada mereka bahwa jatah tiket satu keluarga hanya untuk dua orang anak saja. Awalnya Saya pikir yang bontot Aisha, akan ditinggal bersama neneknya beberapa hari. Namun ternyata si bontot ga mau, kalau dia sama Nenek, dia maunya sama Ayah. Karena memang sibontot nempel bingits sama Ayahnya. Walahh…kalau semua ikut, urusan berabe dong karena ga mudah ngatur jadwal yang sama dengan yang direncanakan EO nya.

Dilematis ya, tapi Saya coba relax tanpa memaksa satupun diantara mereka untuk tidak ikut. Namun jika boleh memilih, pinginnya sih sisulung yang  di titipin (di  rumah) sama Neneknya karena dia kan mau ujian dan suka mabuk perjalanan dan kalau sudah mabuk suka heboh, mwihihi. Tapi tiba-tiba dirinya dengan PEDE nya berkata Insya Allah ga mabuk dan siap menghadapi apapun resikonya.  Kalau sudah begitu artinya wajib diikutsertakan, jika tidak bisa manyun tanpa henti (rada keras kepala memang). 😛 😛

Tiba-tiba saja penengah Aqeela yang jelas-jelas menemukan Legoland pertamakalinya mengusulkan bahwa dirinya saja yang  tak ikut. Awalnya Saya pikir dirinya sedang becanda, tapi ternyata tidak!! Dirinya serius untuk tidak ikut walaupun dirinya yang paling antusias ingin merasakan naik pesawat terbang. Bahkan dirinya menjawab sendiri   “kapan-kapan lagi kan pasti bisa naik ya Bunda? naik pesawat ga harus ke Legoland?” dengan polosnya dia mencoba menghibur diri. Ah Sayapun  mengangguk sembari tak kuasa mendengar jawabannya, kupeluk dirinya erat sekali (bahkan saking terharunya sampai menangis). Dia hanya heran memandangku, dengan perasaan tulus sama sekali tak iri, mengalah dengan begitu ikhlasnya. Bahkan dikomporin Kaka nya sekalipun dia ga mempan sama sekali untuk marah (misalnya). Sempat emosi bahkan Saya dengan sisulung ini, dengan sifatnya yang kadang tak mau mengalah masih sempet ngomporin  pula!! 😛

Padahal Saya tak menemukan satu kekuranganpun untuk tidak membawa Aqeela, terlebih pas Juni besok dirinya ultah yang ke 6, tapi kedewasaannya sungguh mengejutkan rencanaku. Beda anak beda karakter, dan karakter bijaksana Aqeela membuat Saya makin mencintainya secara tulus.  Semoga karakter tulusmu ini selalu kau jaga ya sayang … karena Bunda yakin dengan keikhlasanmu dalam menyikapi sesuatu dapat menjadikanmu pribadi sholehah yang cerdas dan berakhlak mulia. Yakin deh penggantinya akan lebih dari  sekedar ke Legoland, yaitu kasih sayang Bunda yang tak pernah ada habisnya untukmu. *KecupTulusPenuhCinta*

 


Komentar dan Tanggapan: