Balada Es Krim Gratis

ICD
Baca status temen-temen yang hiruk pikuk  tentang peristiwa yang dialaminya diacara Walls Ice Cream Day dan juga baca berita  disini bahwa Ibu Risma (Walikota Surabaya) marah melihat taman kota yang sudah dibangun sejak 10 tahun dari uang rakyat rusak gara-gara ice cream gratis? olala… siapa yang salah kalau sudah  begini. Ada apa dengan masyarakat dinegeri ini? Saya ko ikut ngeri jadinya ya. Alhamdulillah sih ga nyampe kota Saya,  kalaupun nyampe ya Saya ga bakal kejatah juga kalau modelnya sampe umpel-umpelan seperti itu. Lah liat manusia yang segitu banyaknya bisa pingsan dulu kali!! 😛

Jadi ceritanya Wall’s sebagai produsen es krim terbesar dan paling dicintai di seluruh dunia tersebut menggelar Wall’s Ice Cream Day pada Minggu, 11 Mei 2014, serentak di 8 kota yaitu: Jakarta di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Medan di Lapangan Merdeka, Yogyakarta di Alun-alun Selatan, Surabaya di Taman Bungkul, Makassar di Anjungan Pantai Losari, Palembang di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Banjarmasin di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dan Bandung di Lapangan Balaikota. Hanya bagi-bagi es krim sajakah? sepertinya pelaksanaan tergantung kebijakan penyelenggara masing-masing kota mau ditambahkan dengan aktivitas apa.

Eiiyyh tapi Saya makin salut dengan Bu Risma, Beliau langsung menuntut  kasus ini menjadi pidana dan perdata. Artinya buat pelajaran juga bagi para penyelenggara, walaupun tujuannya untuk berbagi kebahagiaan bagi pecinta es krim seluruh Indonesia akan tetapi jikakoordinasinya kurang tepat ya fatal juga akibatnya. Kalau lihat iklannya sih serru ya, teratur dan bener-bener fun bangets!  kontras dengan kondisi dilapangan, Kalau sudah begini kira-kira siapa yang salah ya? 🙁

Atau apakah lebih baik promonya diberikan embel-embel *Syarat & Ketentuan Berlaku* sehingga tidak benar-benar sekedar gratis begitu saja! akibatnya ya kasian anak-anak juga, untung ga sampai makan korban jiwa. Hmm…namanya gratisan ya memang enak, saking enaknya terkadang berbagai carapun dilakukan. Disinilah terlihat ‘keganasan’ sifat manusia yang sesungguhnya. Kaya ga pernah makan es krim ajaaaaah hahaha….itu tweet yang Saya baca dari fans  yang kecewa ga kejatah. 😛

Jika memang berbagi kebahagiaan, kenapa tidak jemput bola saja ya…berkeliling keperkampungan kumuh misalnya sekedar untuk membagikan es krim terhadap mereka, atau ke Panti Jompo, Yatim/ Piatu  atau beberapa yayasan lainnya, bukankah lebih tepat sasaran kalau begitu? *SekedarSaran*

Pelajaran yang bisa Kita petik : tetap menjadi pribadi yang elegant tanpa perlu ‘maruk’ dengan yang namanya gratisan. Ambil jatah sesuai haknya (jika berkenan ambil), tetap junjung tinggi nilai kemanusiaan dan sayangi lingkungan (hayo sampahnya dibuang kemana). 😀 😀


Komentar dan Tanggapan: