Andhang Pangrenan Purwokerto

Saya termasuk salah satu warga yang beruntung dapat menikmati indahnya taman kota Purwokerto yang bernama Andhang Pangrenan karena letaknya tak jauh dari rumah, 10 menit bisa sampai. Apalagi aroma segarnya udara pagi, embun yang menetes dari rerumputan tampak jelas menyapa. Saya bisa bersepeda kesana lalu dilanjutkan jogging dan anak-anakpun bermain. Jangan lupa bawa bekal sarapan karena jika mengandalkan toko makanan yang berada didalamnya baru buka jam 10 pagi. ūüėõ

andhang pangrenan purwokerto                                                   Sumber gambar : BanyumasNews.com

Taman kota eks terminal lama ini diresmikan sejak 13 Maret 2011, tentu membawa angin segar warga Banyumas ¬†karena sebelumnya Purwokerto itu sendiri belum memiliki taman kota khusus. Paling ¬†central hanya di Alun-alun dan beberapa taman komplek saja atau taman-taman yang didirikan di beberapa perguruan Tinggi setempat.¬†Andhang Pangrenan itu sendiri berasal dari bahasa jawa. Andhang berarti tempat, dan Pangrenan berarti membuat senang. Jadi intinya membuat tempat yang membuat orang senang. ūüėÄ

Pengunjung dapat masuk melalui dua pintu yaitu pintu utama dan pintu samping. Dengan biaya masuk Rp.2000 untuk umum dan Rp.1000 untuk pelajar. Itu berlaku jam 9 keatas ¬†walau faktanya tak wajib alias jarang yang pada bayar alias masuk-masuk saja karena memang penjaganya jarang terlihat pula diloketnya. ūüėõ

Taman Kota ini sering sekali digunakan untuk berbagai acara mulai dari meeting, gathering, pameran hingga acara konser. Lumayan luas tempatnya, sampai-sampai  helikopter, kereta api, beca, sepeda, otopet hingga rumah balonpun bisa masuk. Bhahaha, soalnya mainan bo!! walau saya malah lebih terganggu dengan itu semua, karena anak-anak pasti minta ini itu dan harganya itu sekali naik Rp.10.000/ 15 menit bo! kalau anak 3 dan habisnya berjam-jam bisa bikin ngeri juga, hihihi. Solusinya mending kalau ketaman kota pagi aja semuanya masih tutup, sehat tetep dapet. Mainan cukup yang gratisan juga menyenangkan ko, ada jungkat-jungkit, ayunan, seluncuran hingga jembatan goyang.

Kalau laper tinggal¬†order nasi, pecel, burger, bakso bogem juga ada walaupun lambat laun sepertinya mulai gulung tikar nih para penjualnya karena diluar hari libur taman kota ini terlihat sepi. ¬†Kekurangannya ¬†taman kota ini adalah masih suka terlihat sampah pengunjung disana-sini, padahal tempat sampah banyak sekali. Hmm penyakitnya orang Indonesia niii, taman kota saja dikotori ya aneh. Apa perlu diberikan¬†warning¬† berupa tulisan “Buang Sampah Sembarangan Denda RP.10.000″*EfekGemes*

Penjual souvenir khas Banyumas tak mau kalah tampil menjual batik Banyumasnya, dilantai satu belakang kantor dan itupun terlihat kurang laku. Entah karena harganya yang mihil atau faktor lain yang memang kurang greget. Namun tetap saja taman kota ini menjadi solusi hemat menikmati liburan keluarga atau sekedar olahraga sehat dipagi hari.


Komentar dan Tanggapan: