KIMBO SOSIS, Paling Panjang Paling Enak…Benarkah?

Melihat fenomena sosis sejenis dengan merk terdahulu yang begitu booming sepertinya  PT Madusari Nusa Perdana Cikarang Bekasi tak mau begitu saja melewatkannya sehingga dibuatlah produk sejenis dengan mengusung nama Kimbo (Sosis ayam/ sapi siap makan). Dengan komposisi : Daging ayam/ sapi, tepung jagung, protein nabati, garam, bumbu, penguat rasa mononatrium glutamat, pengemulsi natrium tripolifosfat, antioksidan natrium askorbat dan pengawet nitrit. Isi pertoples sama-sama 24 batang, bedanya sosis ini ini lebih panjang dari variant lainnya yaitu @25gr. Sudah mengantongi label halal dari MUI dan ijin dari BPOM RI MD 215910118264.

Kimbo sosis paling panjang paling enak

Masalah rasa sih menurut lidah saya lebih enak sosis pendahulunya, tapi anak-anak sih suka semua bahkan cenderung memilih produk ini karena lebih panjang itu tadi (seperti kebiasaan konsumen pada umumnya biasanya lebih nyari produk yang lebih banyak isinya, lebih murah harganya). 😀 Eits jangan lupa saat mengkonsumsi apapun perlu dibaca juga ‘warning’ nya agar produk selalu dalam keadaan baik sehingga saat dikonsumsi tidak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan yes, seperti :
Hindari kontak dengan sinar matahari langsung
Simpan pada suhu kamar maksimal 25 C
Aman dikonsumsi selama selongsong tidak bocor/ kembung
Selongsong sosis tidak dapat dimakan

Yang lebih penting lagi selain hadl diatas adalah  expired date perlu juga diperhatikan ya mams, karena biasanya tak terlalu lama jaraknya dari tanggal produksi seperti sosis pendahulu yang bahkan tak tertulis komposisi pengawetnya, untuk itulah saya lebih memilih yang ‘itu’. 😛

Oiya harga eceran sama seperti sosis jenis toples lainnya yaitu Rp.1000 namun jika langsung setoples kisarannya Rp.20.000 tergantung toko yang menjual yes. Anyway sah-sah saja mengkonsumsi sosis ini karena labelisasi sudah lengkap, namun tetap cari produk dengan komposisi yang lebih baik dan tak terlalu sering mengkonsumsinya yes. Jadi slogan paling panjang, paling enak…tergantung penilaian konsumennya itu sendiri tentunya (namanya juga tag line). 😀


Komentar dan Tanggapan: