Hadiah LG Loves Indonesia (Kebaikan Akhir Tahun)

Awalnya saya ikut kontes akhir tahun LG ini melihat sepintas dari share teman, sayangnya begitu saya login by fb ko ga bisa-bisa, haduh akhirnya tak kehilangan akal sayapun coba koneksi via twitter . Alhamdulillah berhasil!!! yay…trus saya baca lagi dong ketentuan ini terutama yang membuat mata saya terbuka agak lebar  yaitu :

“LG Loves Indonesia #KebaikanAkhirTahun merupakan sebuah program yang mengajak seluruh anak muda untuk berbuat kebaikan diakhir tahun ini melalui semangat berbagi, LG akan menyediakan 100 voucher senilai Rp. 100.000,- untuk dibagikan kepada saudara kita yang membutuhkan melalui semangat berbagi kebaikan di akhir tahun #KebaikanAkhirTahun.”

Duh langsung saya ngiler banget, karena di lingkungan saya memang banyak rumah yang masih sangat membutuhkan bantuan dan saya pikir pemenangnya akan mendapatkan 100 voucher yang bisa dibagikan pada 100 warga, makanya saya buat program yang lumayan banyak membutuhkan budget yaitu bagi sembako dan buku bacaan seperti yang tertulis berikut  (disingkat krn pembatasan karakter) :

LGkebaikanakhir tahun
Ternyata saya menjadi salah satu pemenangnya, Alhamdulillah girang tak terkira karena masih ga kepikiran hanya selembar voucher saja. Terlebih teman yang inbok sayapun mengatakan bahwa cetarr nih hadiahnya, haduh daripada grogi ga jelas liat pengumumanpun di fb belum ada dan twiter hanya beberapa saja jelas dong GR. Saya balas DM nya mimin tentang pengertian 100 lembar tersebut sekaligus data diri dan no rek. Terjawab sudah? ia hanya 100 K saja ko kan untuk 100 pemenang, yang lainnya memang belum dirilis. Owh sayapun ngikik dalam hati, ealah…dapat 100K heboh bener yah hihihi, eh tapi niatan berbagi lebih banyak sah-sah aja kok tetep dapet pahala dong. 😉

hadiah LG Loves Indonesia
Namanya amanah walau hanya selembar saja harus ampai ketangan yang berhak dong, dan lucunya pihak LG minta dokumentasi sebelum uang ditransfer. Yha mungkin khawatir jika uang ditransfer dulu ga akan kirim dokumentasinya ya, hehhe. Sayapun akhirnya sidak deh ke satu rumah saja yang saya pilih adalah rumah yang berpenghuni 18 orang. Whaaa…kaget saya juga dengerin cerita teman yang kebetulan suka jualan pepes disekolah (orangnya) ternyata satu rumah tsb tinggal Nenek, Kakek, Bulik, Adik,Kaka, suami,  ponakan dan anak yang berjumalh total 18. Duh saya aja ga percaya, makanya saya datengin tiba-tiba. Subhanallah… rumah sekecil itu dihuni 18 orang (9 ortu dan 9 anak)? haduh tiba-tiba ada yang netes dipipi jadi pura-pura kelilipan deh biasa (abis anak-anaknya ngeliatin saya mulu). 😛

Ealah sayangnya pas jam 10 tersebut orangnya ga ngumpul ada yang sedang mbengkel, jualan, kesawah, sekolah jadi yang tersisa hanya anak yang memang tidak bersekolah, dan yang tidak berangkat sekolah karena sdg sakit. Duh, semoga saya tetap bisa meluangkan waktu untuk dapat  mengunjungi kampung Sokawera ini lagi yah. Ga tega liat anak-anak pada nganggur ga jelas, ga terus sekolah karena tak ada biaya dan anaknya nakal disekolah menurut buliknya yang berada disampingku persis. 🙁

Lgl
Jika sudah melihat fenomena seperti ini, kira-kira siapa yang dapat disalahkan yah? keadaankah? pejabat setempatkah? atau diri mereka sendiri? *PR*


Komentar dan Tanggapan: