Sekilas Mengenal Pembibitan Jamur Tiram

Tuh kan keluar jamur tiramnya :D

Tuh kan keluar jamur tiramnya 😀

Jamur tiram putih sendiri mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, abu dan kalori yang manfaatnya setara dengan protein hewani. Tak heran buat para vegetarian jamur ini dikenal sebagai dagingnya pola makan mereka. Selain manfaatnya yang dapat meremajakan kulit, mencegah hipertensi, menurunkan kolesterol, mencegah kanker jamur inipun dikenal kaya vitamin dan mineral. Wah! jadi makin syuka deh saya dengan si jamur. Rencana beli 1 kg sebetulnya yang hanya dihargai Rp.10.000 saja (harga pabrik gitu loh maak! :P) namun apalah daya stoknya habis jadi hanya bisa menikmati 1 ons yang dibawa saja deh tak mengapa. Overall menyenangkan sekali bisa berkunjung kesana selain menambah wawasan anak dan orang tua tentunya kerangka berfikir anak mengenai pembibitan/ menanam jamur ini yang ternyata menyenangkan! 😀

Sepulang dari sana anak-anakpun dibawakan bibit  jamurnya loh (ssst harga Rp.2000/ bks). Jadi mulai diobservasi nih ceritanya si KK Aqeela, karena begitu tiba di rumah langsung saja dirinya kedapur mencari tempat untuk meletakkan sepaket si bibit ini. Esok hari ditengok, paginya ditengok, lusapun disempatkan selalu bahkan hampir setiap pulang sekolah tak pernah dilewatinya. Awh, kerennyaa anak Bunda ini rupanya penasaran juga dengan perkembangannya. Padahal ya belum ada perubahan apapun selain warnanya yang agak memutih sedikit, karena memang masih membutuhkan waktu sekitar 30 harian lagi  agar si jamur keluar. Jadi tunggu cerita berikutnya tentang kehebohan Aqeela nanti ya, ketika melihat si jamur mulai mengembang.

 

Indeks Halaman 1 2

Komentar dan Tanggapan: