Main Tanah Lagi Yuuuk!!

Play is our brain’s favorite way of learning.
(Bermain adalah cara pembelajaran otak kita yang favorit).
— Diane Ackerman, Contemporary American Author–

ps
3A girang tiada terkira krn bisa bermain sepuasnya :)

Libur telah tibaaaaa….!!! Itulah yang membuat saya membiarkan anak-anak saya bermain sesuka hatinya lebih lama karena anak-anak memiliki hak untuk itu. Karena bermain itu sebetulnya anak sedang dirangsang : learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to do (belajar untuk melakukan), learning to be (belajar untuk dirinya sendiri)  dan learning together (belajar untuk hidup bersama). Namun tetap perlu pengontrolan waktu karena bagaimanapun mereka memiliki kewajiban untuk patuh terhadap orang tua. 

Medianya tanah atau pasir, apa ngga takut? kan banyak sebagian ibu-ibu yang berteriak-teriak jangan main kotor-kotoran…!! ada cacingnya loh hiih. Herannya anak-anak dengan didikan semacam ini justru menjadi pribadi yang tak Percaya Diri (karena sering dilarang) dan kikuk saat bermain bersama teman-temannya, sesekali waktu bahkan berteriak kencang memukuli sasaran terdekatnya. Bukankah itu bentuk/ ekspresi ketidak adilan yang diterimanya? So…ayolah Mam, kurangi berkata jangan saat sikecil sedang asik-asiknya bereksplorasi biarkan dia belajar beradaptasi menghadapi apapun yang ditemuinya.

Masalah resiko yang timbul sebetulnya hanya pemikiran yang terlalu jauh saja menurut saya. Takut anak kemasukan tanah? atau cacingnya? sebaiknya sebelum bermain diberi tahu dulu bahwa tanahnya tidak untuk dilempar-lempar ketemannya. Tatap matanya agar sikecil memahami secara jelas apa yang kita jelaskan, terutama balita (untuk Batita tentu harus dalam pengawasan orang tua yah) Habis main kotor-kotoran tentu cuci tangan pakai sabun dong, atau mandi bersih…tak mungkinkan langsung makan atau pindah mainan lainnya tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Jadi sebetulnya yang perlu banyak belajar ternyata orang tuanya ya, bagaimana berfikir positive ketika menghadapi anak bermain kotor-kotoran sekalipun,  itu sangat penting ternyata. 😀





Komentar dan Tanggapan: