Semua Pasti Kembali Pada NYA

Ada yang tak biasa dari suami tercinta, karena dua minggu belakangan dirinya lebih  sering terlihat kurang fit,  tak seperti biasanya.  Faktanya tubuhpun meminta haknya untuk bersitirahat dengan sakit (kenikmatan) yang dideritanya.  Uniknya sakit suamiku ini selalu terjadi selepas menjenguk Bapak (mertua saya) yang sedang sakit (lumayan parah) dan itu berturut-turut kejadiannya.  Setelah kurang lebih 2 bulan Bapak mertua menjalani perawatan di tiga RS lalu pulang kerumah (Majenang Cilacap Jawa Tengah), dengan kondisi yang sudah lumayan membaik. Tak lebih dari 2 minggu perawatan dirumah, akhirnya Allah SWT lebih meringankan bebannya dengan langsung mencabut ruhnya pada hari minggu 17 Nov pukul 18.30. “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un”

20131118_111920

Saya sempat kehilangan kata-kata saat mendengar kabar pertama kali dari mulut suami  yang begitu tenang menyampaikan berita duka tersebut. Tak ada tangis dimatanya, namun raut duka itu sangat terlihat jelas diwajahnya, Yah karena sebelum dia berkata saya sudah melihat tatapan matanya seolah sedang menerawang jauh yang sepertinya sedang merekam jejak peristiwa masa lalunya bersama Bapak. Ah sayapun jadi tersenyum-senyum sendiri jika melihat keakraban merek jika sedang bertemu, seperti foto dibawah ini yang terjadi 7 tahun silam :

kesedrhanaan alm dg dua putra dan dua cucunya :)

kesederhanaan alm dg dua putra dan dua cucunya :)

Ah, Bapak Mertua…
Walau kita baru bertemu sekitar 11 tahunan saja, ada banyak nilai positive yang saya lihat menjelma dalam keseharian alm. Sosoknya nan sederhana, tak banyak berkata, namun selalu mengasilkan karya nyata. Berhubung alm sudah pensiun,  alm suka sekali dengan kegiatan memancing ikan ditengah cuaca yang sangat panas sekalipun (dipinggir kali). misalnya). Jika tidak, beraktifitas lain seperti mengurus kebun dibelakang rumah (kebunpun menjadi makin  terlihat segar),  pagar-pagar untuk hewan peliharaan saja terlihat rapih,  selokan kecil bersih, hingga lubang sampah besar yang jumlahnya sampai tiga (disekitar rumah) saja dibuatnya. Semua membuat saya berdecak kagum, karena dengan memiliki kebun (pekarangan) ketika kita ingin kelapa muda, makan pisang, jambu dll tinggal ambil saja. Mau bikin sayur bening dari bayam hingga kencurnya saja tinggal ambil juga.  Yah … alm selalu menjadikan potensi yang dimilikinya menghasilkan  sebuah karya yang tak biasa. Ah … nikmatnya hidup di Kampung.

Untuk itulah tak pantas jika saya harus berhenti berdoa untuknya, bapak mertua ibarat bapak kandung sendiri. Plus minusnya biarlah menjadi urusan para malaikat yang selalu menyertainya, menyertai kita. Semoga tempat terbaik  yang menyertainya dialam sana. Hikmahnya bagi kita yang ditinggalkan dan masih hidup, usia seseorang tak ada yang tahu sampai kapan, dimana dan berapa usianya? semua sudah ada catatan rahasia darinya yang tak pernah kita tahu. Semoga dengan ketidaktahuan tersebut tak menjadikan kita manusia yang lalai.

Therefore….jangan pernah berhenti untuk berbuat baik.


Komentar dan Tanggapan: