“Kak Imung” Pendongeng Anak-Anak Yang Segar

“Aku…anak sholeh, rajin sholat, rajin ngaji, orang tua dihormati, cinta Islam sampai mati Lailaha Ilallah Muhammadarasulullah Islam Islam Yes…!!”

“Satu-satu aku cinta Allah, dua dua cinta Rasulullah, tiga-tiga sayang Ayah Bunda
123 jalan masuk syurga”

Sepenggal lagu anak-anak penyemangat sore hari karena bada ashar (Jumat, 29/11/13) di TPQ Al Abthal (TPQ 3A biasa ngaji sore) digelar acara dongeng islami yang mendatangkan pendongeng lokal yang sudah familiar  dikalangan anak-anak setempat yaitu Mulyadi Yulianto alias Kak Imung. Ah saya sendiri suka ikut mendengarkannya karena sejak anak-anak saya PAUD sudah terbilang cukup sering pihak sekolah mengundangnya, termasuk di SDIT nya si Kaka. Singkat cerita pendongeng satu ini laris manis diundang sana-sini, harapan saya semoga Kak Imung selalu dalam keadaan sehat agar terus bisa memberikan dongeng-dongeng menyegarkan nan inspiratif.

Kak Imung & Ketua Takmir

Kak Imung & Ketua Takmir

Sebelum dongeng dimulai tentunya diawali dengan pembagian hadiah lomba-lomba sebelumnya yang diadakan TPQ, beberapa lomba tersebut adalah : lomba adzan, berhijab,  mewarnai, dan hafalan surat.  Alhamdulillah si KK Alyssa & Aqeela termasuk diantaranya.  Kalau sibontot Aisha ga dapat apa-apa karena ga ikutan apapun. 😛

KK Alyssa sumringah mjd salah satu juara hafalan surat pendek

KK Alyssa sumringah mjd salah satu juara hafalan surat pendek :D

KK Aqeela juga surprise jd salah satu juara lomba mewarnai :D

KK Aqeela juga surprise jd salah satu juara lomba mewarnai :D

Berhubung ibu-ibu pengajianpun diundang, suasanapun semakin hangat  kadang terdengar bersahutan menjawab pertanyaan, kadang terdengar terbahak-bahak karena saking lucunya aksi pendongeng ini. Salah satu contohnya seperti : siapa yang ingin jd anak sholeh? sayaaaa….!!!  siapa yang ingin masuk syurga? sayaaa…! Siapa yang ingin masuk sumurr? saya…!!!! Hahaha.  Tak jarang pula sesekali terharu manakala sudah mencapai pada intinya. Terlebih ketika pendongeng menyanyikan lagu anak-anak Islam yang tak sedikit anak-anak yang keheranan, karena tak hafal bahkan tak mengenali lagunya tersebut. Namun begitu dinyanyikan lagu-lagu dewasa sontak anak-anakpun hafal menyanyikan. 

Ah batin sayapun bertentangan mendengarnya, karena saya sendiri tak pernah secara sengaja mendengarkan lagu-lagu dewasa terhadap anak-anak biar dikatakan udik juga hahaha, toh bagi saya dengan hafal lagu-lagu dewasa bukanlah sebuah prestasi yang harus dibanggakan.  Jadi anak-anak saya termasuk yang hanya tersenyum-senyum saja mendengar lagu-lagu dewasa tersebut karena hanya terdengar samar dan tak hafal sama sekali. Alhamdulillah. 😀

Kak Imung

Kak Imung In Action

Kak Imung….walaupun tampil solo namun kepiawaiannya dalam menarasikan sebuah cerita hijrahnya  nabi Muhammad sungguh membuat anak-anak terpukau (termasuk ibu-ibunya 😉 ).  Bagaimana tidak terpukau karena dari suara kaki kuda, suara pintu, suara orang kafir yang sedang  memaki-makipun dilahapnya dengan mimik yang menggelikan. Hihihi, hyaa saya pikir jika pendongeng hanya sekedar mendongeng saja ya takkan serru. Tak hanya itu anak-anak yang bisa menjawab dengan tepat pertanyaan yang diberikanpun dapat hadiah uang loh sebesar Rp 2000, menurutnya anak-anak memang tak boleh bawa uang untuk jajan dengan jumlah yang besar karena nanti pasti diminta Ibunya, hihihi tauuu ajaaah yaks.  😀

Ustadzah TPQ

Ustadzah TPQ

Akhir cerita ada 3 hal kategori anak  dalam keluarga:
1.  Anak bisa menjadi Qurotta Ayun (penyejuk jiwa)
2. Anak bisa menjadi fitnah
3. Anak bisa menjadi musuh

Kategori mana anak-anak kita tersebut? tergantung sejauh mana keseriusan peran kita dalam mendidik mereka. Ah saya juga terus berdoa dan tak henti belajar agar 3A (Alyssa, Aqeela, Aisha) kelak tak salah langkah dalam bergaul  dan tak salah kaprah dalam mencerna sesuatu. Aamiin.

Semangat memberi tauladan bagi anak-anak kita ya Mam…! 😀


Komentar dan Tanggapan: