Krim Anti Iritasi Natasha, Bikin Ketergantungan?

BA/ SPG Wardahpun memberi masukan terhadap permasalahan yang saya hadapi. Sayapun disuguhkan toner, facial wash hingga gel untuk mengoles si jerawat. Dia agak keberatan jika langsung diberikan krim pagi malam milik Wardah, jadi harus dibersihkan  terlebih dahulu si jerawatnya (sampai benar-benar habis) barulah beralih pada Wardah series lightening katanya begitu. Manut saja sebagai konsumen yang sedang membutuhkan kulit normal 🙂

Hari pertama, aman! saya tak merasakan apapun kendalanya…namun hari kedua ko tiba-tiba sijerawat menyebar (kecil seperti nasi) seperti iritasi dan itu rasanya gatal (perih). Akhirnya kembalilah saya ke Natasha untuk membeli krim anti iritasi, kali ini tanpa konsul dokter. Karena toh saya sudah tau yang saya butuhkan, yaitu krim anti ritasi tersebut. Kalau konsul lagi antri lagi deh, hhh..ga suka buang-buang waktu untuk ngantri dan semacamnya. Berharap semoga dua hari kedepan wajah saya sudah kembali sehat, seperti pengalaman sebelumnya  menggunakan anti iritasi yang justru lebih efektif. Saya sendiri belum tahu apakah kandungannya membuat addict  sehingga untuk kulit saya ini harus pakai terus.

Flashback… kulit saya normal dan tak pernah macam -macam jerawatanpun sangat jarang. Ini malah terjadi diusia saya yang sudah memasuki kepala 3 dan berjerawat agak banyak dimulai sejak saya mengandung anak ke 4. Kulit saya sangat sensitif sehingga tak boleh lagi coba-coba produk lain sepertinya (khusus untuk wajah), kecuali jika harus merasakan iritasi ini lagi. Berasa sekali keindahan itu adalah anugerah dan kenikmatan yang luar biasa yang harus kita jaga.

Indeks Halaman 1 2

Komentar dan Tanggapan: