Suami Tak Pulang Semalam Menjadi Kontroversi Hati

Ini lagi jadi ikut-ikutan terbawa harmoni vickynisasi dalam menulis, ya habisnya di beranda fb bahasanya rata-rata sama, hebat sekali idenya yang membuat bangsa ini menjadi segar karena penuh senyuman ulah dari kekonyolan sepihak. Paling tidak menjadi hiburan saya semalaman yang sempet meleleh karena merindukan sosok Zidan! Abdul Daud Muhammad Putraguna Zidan nama yang hanya tinggal kenangan, yang rencananya kuberikan pada alm bayiku beberapa bulan lalu. Pas lagi mellow eh ndilalah suami tercinta ga ngasih kabar sama sekali tentang ketidakpulangannya, sampai-sampai harus ku sms dulu baru balas Ngga. 4 huruf yang simple sekali terkirim dan saya baca. Tanpa berfikir saya sedang menunggunya, menunggu untuk menutup gerbang dan mengunci pintu. Ah…laki-laki terkadang tak peduli dengan keadaan nurani sehingga hal sepelepun tak tersampaikan, yang mungkin baginya tak penting namun bagi istri itu penting. Itu yang menyebabkan hati menjadi kontroversi, terlebih balasan sms pun tak langsung.Untungnya ketidakpulangan suami saya masih jelas yaitu karena menemani ayahnya di RS sehingga kontroversi hatiku tak begitu berkecamuk , hehe…

Walaupun hanya semalam namun ada yang beda, yah semangat sholat berjamaah yang biasa dilakukan dimushola menjadi terhalang. Maghrib waktunya terlalu mundur karena muadzin  anak-anak dan imam Bapak yang tak biasa. Isyapun terlewat (berjamaan karena memang tak ada yang adzan), Shubuh dirumah saja sama seperti Isya tak ada pula yang adzan. 3A pun masih tertidur pulas, yang biasanya bangun shubuh karena mendengar Ayah adzan. Yah begitu berartinya ayahnya 3A, tanpa dirinya semalam suasana menjadi redup musholapun tak hidup. (**edit… dan ternyata ga hanya semalam krn hampir setiap malam si ayah di RS jadinya menemani Bapak tercinta)

Capture

Agak miris juga karena mushola yang terbilang paling bersih dan adem dibandingkan dengan mushola di kampung sebelah hanya mengandalkan 1-2 muadzin dan imam saja. Padahal 80 KK terdapat disana, si ayahpun tebilang bukan pengurus hanya kesadaran diri saja yang mengantarkan dirinya utk beribadah disana. Sayapun selalu memberi support dengan selalu menguatkan dan memujinya, ayah pasti bisa! kalau bukan ayah siapa lagi? Alhamdulillah jadi pede dan terbiasa pada akhirnya jadi muadzin.

Saya teringat kultum seorang ustadz yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW paling murka jika melihat kaum adam masih berleha-leha santai didalam rumah ketika adzan berkumandang, rasanya ingin membakar rumah tersebut! jadi pelajaran bagi kita terutama pria untuk selalu menyempatkan sholat wajib berjamaah dimasjid/ mushola. Ayo kita dorong para suami untuk selalu bergerak kemasjid, istri juga boleh ko mendampingi jadi sama-sama mendapatkan tabungan pahala yang banyak yang Insya Allah membantu kita di yaumil akhir. Aamiin.


Komentar dan Tanggapan: