Minggu Tenang

Sudah lama ingin merasakan ketenangan seperti ini, yah dari beberapa hari yang lalu perasaan berkecamuk menghadapi berbagai masalah yang terjadi. Ujung-ujungnya menyesakkan hati dan yang tau hatiku hanya Allah SWT. Minggu ini banyak pekerjaan rumah yang terbengkalai, apa karena hari minggu jadi biasanya bada shubuh bergerak untuk beraktifitas hari ini tidak! yah bada shubuh tidur lagi selama 2 jam-an. Bangun jam 7 langsung bergegas nyalain mesin cuci, mandiin sibontot Aisha lalu masak. Beres-bersin kulkas sampai kosong dan masak dengan bahan yang tersedia jadilah capcay dan tempe kering. Sudah lama anak-anak ga makan tempe kering, jadinya mereka lahap dan suka sekali.Setelah habis  3A pun bergegas menemani sang ayah kerumah sakit, menghibur mbah kakung yang sudah seminggu disana. Saya dirumah menyelesaikan pekerjaan nyapu. ngepel, jemur-jemur, cuci piring, sandal sepatu dan lainnya. Wew tau-tau jam 11 kurang baru selesai semua baru dhuha dan leyeh2  sembari nonton Dahsyat. 😀

Begitu enjoy jika beres-beres rumah tanpa anak-anak, karena tak harus ada teriakan. Biasanya selesai pekerjaan belakang, depan ada lagi…pindah depan, tengah berantakan dan begitulah seterusnya karena anak-anak tiada henti bermain dan bermain walaupun sering ku teriakan bermain tertib…!! dan setelahnya beresin sendiri namun tetap saja ujung-ujung nya saya yang beresin (karena hasil mereka tak maks).

Minggu yang tenang, tanpa anak-anak hening terasa dan itu enaknya buat istirahat atau nulis. Namun entah mengapa belakangan lagi kurang semangat mengikuti kontes yang ada, bisa jadi kekurangan voucher  untuk dibelanjakan nih, hehe. Padahal kalau liat temen-temen yang pada upload ngiler juga ingin mengikuti plus menyicipi. Faktanya, saya sedang butuh waktu untuk lebih tenang dan istirahat agar daya dan tenaga bisa terkumpul. Hyaaa ikutan lomba masak tuh kudu lebih banyak waktu untuk meracik, mengolah dan mendesainnya, belum setelahnya cuci-cuci bekas masakannya barulah upload dan nulis konsepnya. Yang masak biasanya sudah tak bernafsu mengkonsumsinya terlebih jika hasilnya terbatas, langsung habis dilahap anak-anak. Itulah seni dalam lomba memasak, jika menang itu bonus jika kalah yah cukup dengan memanjakan perut keluarga tercinta. Sayangnya hari ini adalah date line lomba tersebut dan sampai batas akhirpun saya masih belum tergerak mengikuti. Semoga minggu tenang ini tak membuat saya menjadi pemalas kontes yang berkelanjutan.


Komentar dan Tanggapan: