Meminimalkan Waktu Yang Maksimal

Dulu mungkin saya termasuk orang yang gaptek dalam berteknologi, taunya hanya sekedar menggunakan hape saja. Teringat betapa bahagianya saya ketika diawal kuliah akhir tahun 1999 saya memiliki handphone sejuta umat dengan harga beli 1,2 jt yang rasanya Wow…banget ! Pada saat itu patutlah berbangga diri karena handphone saya itu keluaran baru, dan begitu bunyi bisa senyum-senyum sendiri entah itu dapat telpon atau hanya sekedar sms. Itu kejadian 13 tahun  lalu yang sangat kontras dengan kini, karena kini semuanya sudah lebih dipermudah. Handphone dengan beragam jenisnya sudah beragam rupanya dengan harga yang sangat terjangkau sehingga hampir semua masyarakat (terutama Indonesia tercinta) memilikinya, apapun profesinya tak peduli abang bakso ataupun abang pengacara bisa sama-sama menentengnya. Bedanya hanya yang satu sekedar bunyi saja, yang satu sudah full fasilitasnya.

Tuhan memang adil ketika saya diperankan menjadi wanita yang kurang pinter berteknologi ndilalah dapat jodohnya yang hitech lambat laun belajarlah saya dari suami tercinta. Banyak tanya banyak tahu, bagi saya itu kalimat yang tepat menggambarkan suasana hati yang bawaannya suka ingin tahu. Untung pasangan hidup sabar dan sudah mengerti betul karakter saya yang suka tak sabaran ketika menggunakan sesuatu (terutama yang terkait dengan teknologi tsb). Bagi saya tak ada kata terlambat untuk menjadi pintar, asalkan mau belajar tentunya. Hasil dari pembelajaran tersebut sayapun sudah sangat friendly dengan berbagai kegunaan menu dan settingan PC, tablet, hingga android. Setelah merasa cocok berteman dengan berbagai teknologi tersebut sayapun tak mau tinggal diam untuk menggunakannya sebagai hal positif, salah satunya seperti belajar menulis di blog semacam ini. Mengapa harus hal positif yang di lakukan karena jika tak positif tentu hasilnya akan sia-sia belaka dan saya hanya buang-buang waktu dan energi yang tersimpan, lebih baik saya gunakan bermain dengan 3A (sebutan untuk 3 anak saya). Tak menutup kemungkinan jika sudah didepan laptop atau komputer waktu yang tersisa makin tak berasa sehingga perlu sekali untuk membatasainya. Tak jauh berbeda dengan handphone yang memiliki fasilitas lengkap didalamnya. Walau kita berada dalam keramaian dunia nyata, asyik saja memainkannya. Ini yang menjadi salah kaprah, yang terpenting jangan sampai menggunakan teknologi ini saat berkendara menggunakan mobil atau motor karena memang bisa mengancam jiwa.

Tak menutup mata memang dengan teknologi yang ada segala aktifitas yang kita jalani menjadi lebih mudah. Mau belanja kebutuhan (termasuk makan dan minum sekalipun) tak perlu repot lagi ke mall tinggal klik saja datanglah sesuai pemesanan. Termasuk mencuci baju yang tak perlu repot membilas, mencetak foto yang tak perlu ke studio dan masih banyak hal lain yang sungguh sangat memanjakan penggunanya. Era teknologi yang tak bisa kita hindari solusinya tentu harus sebijaksana mungkin menggunakannya. Jika tidak, bisa jadi kita diperbudak oleh teknologi sehingga menjadi korbannya.

Lalu bagaimana agar menjadi konsumen yang bijak dalam penggunaan teknologi tersebut, berikut tipsnya :

1. Jangan terpengaruh dengan promo turun harga.
Jika kita memang sudah memiliki teknologi sebelumnya yang masih berfungsi dengan baik kenapa harus merogoh kocek lebih besar untuk memperoleh barang yang sama? lebih baik jika kelebihan dana tabungkan saja untuk kepentingan lain yang tak terduga datangnya kecuali memang barang yang kita miliki sebelumnya sudah dihibahkan pada orang lain misalnya sehingga perlu beli lagi.

2. Atur penggunaan sesuai kondisi
Misalnya saja cuaca diluar sedang panas, gunakan mesin cuci tanpa perlu dikeringkan. Ataupun jika menggunakan pengering, air buangan mesin siramkan pada tanah yang terlihat kering. Termasuk penggunaan AC  yang menyedot energi lebih banyak, matikan jika memang udara diluar yang kita hirup lebih menyehatkan dan alami.

3. Tak perlu malu dengan model lama
Biasanya para pecinta teknologi tak mau ketinggalan dengan model baru yang tiba dipasaran, bahkan rela merogoh kocek lebih tinggi untuk sekedar merasakan manfaat terbaru yang didapat. Padahal setelah memilikinya dengan kepuasan tersendiri lama-lama akan boring juga terlebih jika ada lagi yang baru dan begitulah seterusnya. Karena memang bicara teknologi tak pernah ada habisnya. Sehingga lebih baik bersyukur dengan teknologi yang ada yang sudah dimiliki, yang terpenting masih dapat digunakan sesuai kebutuhan.

4. Tak berlebihan dalam menggunakannya
Segala sesuatu yang berlebihan memang tak baik sehingga sewajarnya sajalah dalam penggunaan agar hasilnya menjadi optimal. Lihat saja jika anak-anak sudah kecanduan dengan games dalam gadget nya biasanya si anak tersebut menjadi tak mau keluar rumah untuk berbaur dengan teman lainnya mereka asik dengan dunianya sendiri sehingga adaptasinya kurang dan motorik kasar mereka menjadi terabaikan. Solusinya bermain games oke namun gunakan waktu yang tepat agar tak menjadi kecanduan hingga berefek pada persendian (karena kurang gerak).

Adanya teknologi bagi saya yang hanya sebagai ibu rumah tangga biasa sangat membantu saya terutama dalam menyalurkan hobi positif. Misalnya dalam hal hobi menulis atau memasak yang ketika saya ikuti lombanya tak perlu lagi saya ketik dan print lalu kirimkan via  pos. Cukup saya kirimkan via web atau email sesuai ketentuan yang disertakan. Jikapun masih ada beberapa penyelenggara menggunakan jasa pos, tetap saja saya merasakan manfaat teknologi seperti penggunaan printer yang tinggal pencet saja foto atau naskah pun keluar dalam sekejap. Tentu saja waktu menjadi lebih efisien bukan? itu hanya contoh sebagian kecil kemanfaatan teknologi dalam keseharian saya.

Manfaat lain bagi saya dan anak-anak adalah teknologi yang dimiliki tersebut membuat kami dapat tertawa terbahak-bahak atau sekedar memacu adrenalin yang tinggi akibat dari permainan yang diikuti selain juga mengasah  intelegensia dari beberapa permainan yang tergolong rumit (bagi saya) namun tetap saja bisa diikuti anak-anak. Salut untuk kecerdasan anak-anak masa kini!

Gaya 3A kalau lagi ngumpul bareng maen games

Gaya 3A kalau lagi ngumpul bareng maen games

 

Overall peran teknologi dalam kehidupan tak dapat dipungkiri sangat membantu semua pekerjaan dalam berbagai bidang menjadi lebih mudah, efisien dan cepat. Meminimalkan waktu yang maksimal sehingga waktu yang tersisa dapat digunakan untuk hal positif lainnya. Jika sudah terbiasa bijak menggunakannya, saya yakin bangsa ini menjadi jauh lebih baik dan berkembang pesat menjadi bangsa yang mandiri bukan lagi menjadi bangsa yang lebih sering menerima sampah teknologi dari bangsa lain.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis di PriceArea.


Komentar dan Tanggapan: