Mewujudkan Indonesia Baru Bersama Pertamax : Bergerak Mulai Dari Diri Sendiri

68 tahun bukan angka yang kecil untuk menikmati kemerdekaan, sehingga tak heran begitu banyak dan meriahnya perayaan peringatan 17 an  tersebut yang terlihat semarak dihampir setiap daerah. Ditempat saya bahkan perayaan tersebut berlangsung kurang lebih dua minggu.  Ndilalah warganya banyak yang manut sehingga tak sedikit pula warga yang berpartisipasi didalamnya. Dari warga untuk warga, memang begitulah adanya. Semuanya memang sudah dipersiapkan dari awal, karena setiap arisan (pkk/ dasawisma) ada iuran khusus untuk tabungan agustusan. Sehingga pada saat pelaksanaan tak perlu narikin  sumbangan pada warga. Dari beragam lomba yang diadakan saya paling tertarik dengan jalan sehat, yups walaupun saya terbilang sering jalan kaki akan tetapi moment jalan bersama dengan jarak tertentu sangat jarang terjadi sehingga saya tak boleh ketinggalan untuk turut serta. Hitung-hitung merawat jantung agar tetap sehat selain mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko stroke, kanker payudara, diabetes dan segudang penyakit lain. Walaupun murah namun efeknya sangat mahal bukan?
Sama halnya dengan penggunaan Pertamax walaupun secara kasat mata harganya tergolong mahal (dibandingkan Premium misalnya) yaitu Rp.10.000 : Rp.6500 namun jika dikalkulasikan kedepannya untuk penggunaan mesin yang lebih awet dan irit bahan bakar, jatoh nya malah lebih hemat bukan? Itu hanya baru dari satu sisi yang dapat terlihat langsung.  Sisi lain yang perlu dicermati adalah komposisi Pertamax yang menggunakan  tekhnologi ecosave yang membuat pembakaran pada mesin menjadi lebih sempurna sehingga efek terhadap lingkunganpun lebih sehat. Jadi sebetulnya harga yang ditawarkan worth it sekali  dengan hasil yang didapat. Jadi kenapa masih menggunakan bahan bakar lain selain Pertamax pada kendaraan yang kita miliki (terlebih kendaraan diatas 1990). Kalau kita masih punya nurani dan rasa  malu menggunakan BBM bersubsidi sudah selayaknya negeri ini tak pernah maju.
Lalu bagaimana mewujudkan Indonesia baru bersama Pertamax :1. Indonesia baru adalah  Indonesia  sehat
Sehat berawal dari pikiran atau cara pandang yang baik terhadap sesuatu barulah berpencar pada kondisi fisik tubuh yang prima. Asupan makanan bergizi dan bernutrisi menjadikan pola hidup menjadi seimbang sehingga ketika belajar/ bekerja tidak mudah lelah. Atau jika karena faktor ekonomi tak memungkinkan untuk makan yang bergizi kenapa tidak belajar berpuasa saja, karena puasa itu sebetulnya menyehatkan asal disertai dengan pola buka dan sahur yang benar. Mulailah dari sekarang membiasakan berolahraga ringan, memilih makanan termasuk jajanan yang lebih alami ketimbang makanan cepat saji, dan tentunya memilih Pertamax sebagai kendali kendaraan kita yang tidak menggunakan campuran timbal sehingga lebih bersahabat dengan lingkungan.
Memilih jajanan sehat/ tradisional ketimbang fast food
2. Indonesia sehat adalah Indonesia yang mandiri
Karena pola hidupnya sudah sehat, otomatis mampu bergerak sendiri tanpa perlu bergantung pada orang lain secara terus menerus. Termasuk dalam masalah utang piutang negara, maupun utang personal. Biarlah para dealer kewalahan melihat lonjakan penjualan cash tanpa perlu kredit lagi. Mau tidak mau pola pikir kebanyakan orang kita yang maunya kredit melulu membuat orang kaya makin kaya dan orang miskin makin terhimpit. Contoh lain dalam hal kemandirian yang wajib kita support pada anak-anak kita, contoh kecil ketika kita tak bisa mengantarnya kesekolah (karena sesuatu hal) ajarkan anak untuk menggunakan sepedanya atau berjalan kaki (bukan malah mengeluarkan kendaraan lainnya atau malah tidak jadi sekolah karena tidak ada kendaraan). Biarkan anak belajar mandiri dan berani dalam menghadapi tantangan yang ada didepannya agar kelak menjadi anak bangsa yang tak gentar. Come on kita buktikan dengan kemerdekaan yang sudah bergulir selama 68 tahun ini untuk bangkit dari keterpurukan. Bersama Pertamax pasti bisa karena Pertamax produksi Pertamina yang kualitasnya tak diragukan lagi bahkan diatas BBM dari stasiun SPBU asing yang harganya lebih murah namun oktannya setara dengan Pertamax.
Bersepeda kesekolah mendidik jiwa sportif & mandiri pd anak
3. Indonesia mandiri adalah Indonesia yang mampu berbagi

Jiwa yang mandiri adalah jiwa yang mampu berbagi, sekalipun perjuangan mutlak dilakukan oleh diri sendiri (misalnya) namun jika hasilnya bisa dirasakan bersama tentunya akan lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar bukan? Kemandirian tersebut pula yang dilakukan oleh Pertamax karena menjadi BBM yang tidak disubsidi oleh Pemerintah. Artinya dengan menggunakan Pertamax akan mengurangi beban pemerintah dalam subsidi BBM  (sehingga bisa dialokasikan untuk bantuan lain) dan secara tidak langsung pesan tertulis yang berbunyi Premium hanya untuk golongan tidak mampu, mari gunakan BBM non subsidi pada akhirnya jatuh pada golongan yang benar-benar berhak mendapatkannya.
Harga yang kontras menjadikan Pertamax masih dinikmati sebagian kendaraan saja.
4. Indonesia yang mampu berbagi adalah Indonesia yang cermat
Karena  berharap Indonesia mampu berbagi tentu saja perhitungannya harus cermat sehingga semua sumber pendapatan sekaligus pengeluaran negara tidak sampai defisit. Jangan sampai gali lubang tutup lubang atau bahkan menyelinap masuk lubangan lain yang pada akhirnya berurusan dengan KPK. Begitupula dalam kecermatan perhitungan penggunaan Pertamax yang lebih irit bahan bakar, bawaan mesin lebih halus sehingga mesinpun menjadi lebih awet artinya dalam perhitungan jangka panjang nya justru jauh lebih hemat.
Angkotpun tak mau kalah dengan mobil mewah (menggunakan Pertamax)
5. Indonesia yang cermat adalah Indonesia yang kaya
Cermat itu teliti, hati-hati dan hemat sehingga tak salah jika karakter bangsa yang semacam ini lebih mudah kaya karena perhitungannya tersebut  tak ada yang terbuang sia-sia. Sama halnya dengan Pertamax yang memang direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990 terutama yang telah menggunakan tekhnologi setara dengan EFI (Electronic Fuel Injection). Tentunya orang-orang yang mampu (kaya) terutama kaya dalam pola pikir (pemahaman) yang bisa dijadikan pangsa pasar konsumen Pertamax.
Kalau sudah besar aku jg mau pake Pertamax (ujar si bontot : Aisha)
6. Indonesia yang kaya adalah Indonesia Raya.

Layaknya syair lagu kebangsaan Kita Indonesia Raya yang sangat menggebu-gebu sekaligus membuat haru. Kekayaan Indonesia adalah kekayaan warganya, tak pantas rasanya jika hanya berpangku tangan saja tiba-tiba langsung dapat menikmati hasilnya! sumber daya alam bangsa kita sebaiknya digerakkan semaksimal mungkin dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Seperti Pertamax salah produk Pertamina yang patut diandalkan karena kekayaan manfaatnya yang berdampak positif terhadap kemajuan Indonesia akan datang.  Sehingga jika memang kita bangsa yang kaya, menggunakan Pertamax bukan lagi sebagai suatu pilihan akan tetapi kewajiban. Setuju?
Perwujudan tersebut tak akan menjadi isapan jempol belaka jika kita bersama-sama mampu bergandeng tangan, saling asah, asih dan asuh dalam memberikan pemahaman kepada warga yang memang belum terlalu memahami manfaat penggunaan Pertamax. Lalu bagaimana agar semua harapan  diatas dapat terwujud? berikut ide saya untuk Pertamina (Pertamax) :1. Membuat sticker yang berisi karikatur dan slogan lucu yang mendidik seperti : malu dong mobil mewah ko pake premium atau pilihan sehat, pakai Pertamax dll yang diberikan gratis selama periode program terhadap pengguna setia Pertamax dengan harapan agar sticker tersebut dapat ditempelkan pada kendaraan yang bisa dibaca jutaan pasang mata yang melihat kendaraan kita (siapa tahu dengan begitu dapat terketuk hati nurani).

2. Pertamina melibatkan diri pada kegiatan sosial yang diadakan para aktifis lingkungan sekaligus memberikan reward terhadap mereka yang sudah banyak berbuat untuk lingkungan (tanpa pamrih).

3. Pertamina bekerjasama dengan beberapa rumah makan sehat (non fast food) dengan pembelian nominal tertentu mendapatkan diskon khusus atau dalam bentuk voucherpun tak mengapa. Termasuk pemasangan flyer pada tempat-tempat kuliner sehat dengan bertuliskan “Pilih asupan sehat, kendaraan juga harus sehat”. Harapannya mereka yang peduli kesehatan namun belum menggunakan Pertamax akan tertohok juga dan beralih menggunakan Pertamax.

4. Setiap kegiatan 17 an Pertamina turut andil memeriahkannya dengan cara pembuatan lahan hijau ditengah kota misalnya dan itu bertahap, jadi tak hanya menghabiskan biaya untuk umbul-umbul/ baliho semata lebih baik yang dampaknya bisa dirasakan oleh lingkungan dan untuk masa depan yang lebih baik.

5.Penyatuan jalur khusus disetiap SPBU (disetiap daerah), diserempakkan. Saya merasa surprise ketika di SPBU terdekat rumah (Jl. Gerilya Timur Purwokerto) saya lihat Premium dan Pertamax dijadikan satu jalur khusus motor (biasanya terpisah antara Premium, Pertamax dan Solar) sehingga tentunya lebih memudahkan pengguna kendaraan roda dua. Dengan harapan lebih banyak yang memilih Pertamax karena biasanya tak perlu pakai antri seperti pembelian Premium.  Namun setahu saya  hal tersebut belum merata disetiap SPBU (terutama didaerah Saya).

Satu jalur antara Pertamax & Premium, sebuah langkah yang tepat!
Itu hanya segelintir ide dari banyaknya harapan yang berkecamuk, namun Saya berharap perjuangan tak berhenti sampai disini. Artinya tak hanya menjadikan Indonesia sehat, mandiri, mampu berbagi, cermat dan kaya raya akan tetapi harus terus berjuang lebih dari itu terutama bergerak mulai dari diri sendiri lalu beraksi untuk lingkungan terdekat. Sejatinya hidup itu memang berjuang dan terus berjuang (bahkan hingga raga tak lagi mampu bergerak) seperti para pahlawan terdahulu yang tak pernah tinggal diam untuk mewujudkan Indonesia satu hingga terpekik kata Merdeka…!!. Yups mulai dari diri sendiri membiasakan mengikuti hal-hal baik, tanpa perlu berteriak demo sana sini hingga anarkis. Sehingga Indonesia baru bukan lagi suatu hal yang tabu seperti Pertamax  yang tiada henti berinovasi untuk maju agar semua warga tak lagi keliru memilih Pertamax sebagai BBM pilihan jitu yang patut digugu.
Struk terakhir dibulan Agustus (sbg syarat lomba)
Tulisan ini disertakan dalam lomba blog Pertamina @PertamaxInd #ApaIdemu, Agustus 2013 dengan tema “Indonesia Baru Bersama Pertamax”
 


Komentar dan Tanggapan: