Lomba Agustusan Serru : Jalan Sehat, Kata Berantai Hingga Tumpah Air

Kurang lebih satu minggu ini didaerah saya dipadati dengan lomba-lomba agustusan baik untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa (para ortu). Meriah rasanya melihatnya, walau saya tak melulu ikut sertia didalamnya, cukup wakil si kaka saja yang apapun diikutinya walau sering ga menangnya hehe…tak masalah yang penting partisipasinya. Terus terang di perumahan saya, terbilang masih guyub para warganya, mulai dari nengokin tetangga sakit,  melahirkan hingga kematian dan lainnya lebih cepat sekali meluas beritanya. Alhamdulillah saya bangga menjadi salah satu warganya, walau mungkin belum banyak hal yang bisa saya perbuat untuk lebih memajukannya.

Nah pagi ini sesuai acara ada jalan sehat yang dimulai jam 7 pagi, namun baru jam 6 saja anak-anak saya 3A sudah siap dengan semangatnya (mandi pagi, sarapan seadanya) dan karena memang sudah terbiasa untuk mandi pagi sehingga tak terlalu kaget dengan acara-acara yang diselenggarakan pagi hari. Sehingga acara belum mulaipun Kami sekeluarga sudah siap ditempat menunggu yang lain datang. ^_^
Persiapan jl sehat sambil menunggu yg lain
Rutenya kali ini ternyata lebih diperpendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya mungkin tahun ini peserta anak-anak lebih banyak sehingga panitia mengurangi rute. Tak masalah toh masih dapat sehatnya hehe…yaps karena namanya jalan sehat kan tujuannya memang untuk menyehatkan badan pribadi masing-masing, jadi kalaupun tak ikut ya terserah saja (faktanya memang ada beberapa warga yang tak tertarik mengikutinya walaupun masih lingk RT setempat).

 
 
 
Untung saya bawa sepeda bayi sehingga kalau si bontot cape tinggal dorong sepeda saja tanpa harus menggendong. Ditengah jalan malah beban bertambah karena anak pak RT turut dititipkan pada boncengan si bontot hehe…langsung saja jatah dialihkan pada si ayah, monggo ah giliran ayah tukeran bunda yang foto2nya 😀
 

Setiba kembali ditempat rasa capai memang sedikit terasa, selanjutnya happy saja karena tinggal menikmati konsumsi yang tersedia sambil menunggu acara berikutnya narsis dulu dong ibu-ibunya. 😀


Setelah itu barulah lomba pesan berantai yang diikuti oleh bapak dan ibu yang terdiri dari 32 orang untuk 4 kelompok, hehe…seru banget karena pesannya tersebut menggunakan bahasa daerah yang khas dan saya paling kewalahan karena saya bukan asli orang sana belum lagi banyak gangguan yang memang sengaja di gulirkan oleh panitia, hoalahhhhhhh  makin kacau dah (sayang tak terdokumentasikan karena fotografernya pada jd peserta semua). ^_^
 

Lanjut lagi berikutnya lomba numpahin air kegelas masih dengan jumlah peserta yang sama dengan sebelumnya, hihihi ampyun dah acaranya bener2 nguji malu tp gpp juga sih malau-maluin krn memang warganya sdr iniiih (sdh spt saudara). Uniknya ga hanya numpahin kegelas yang ada malah kebaju yang pd akhirnya basa kuyuuuup, liat aja si ayah juga salah numpahin kan ke Bunda :p

 
 
 
Akhir acara tinggal nunggu door prize aheey, dapat 5 kupon saya sesuai jumlah keluarga yang ikutan dan dari ke 5 yang berhasil keluar nomor jumlahnyapun ada 4 si kaka aja yang ribut mulu tuh dapetin, buku, pulpen, dompet & lunch box hiya mayanlahhh namanya juga hiburan untuk anak-anak. Sekali merdeka tetap merdeka…!!! semangat menjadi bangsa merdeka yang saling berjabat tangan membangun bangsa untuk menjadi bangsa maju yang sehat dan bermartabat.
 
 


Komentar dan Tanggapan: