Strategi agar anak-anak suka menghafal (Al-Qur’an)

Jika ada acara kumpulan disekolahan mungkin banyak yang ogah-ogahan ya karena yang dibahas materinya ga jauh dari materi sekolah. Tapi entah mengapa kalau saya ko selalu bernafsu untuk mengikuti pertemuan wali murid tersebut atau istilahnya parenting school. Karena yang dibahas ga melulu sekolah saja akan tetapi peran kita sebagai orang tua itu bagaimana mensinergikan antara peran guru ustadz/ustadzah disekolah dan orang tua dirumah agar hasilnya bisa sesuai dengan yang diharapkan.

Tepat pagi jam 09.00 saya datang dengan si KK Alyssa ketempat yang ditentukan yaitu RM “Pondok Putri Duyung”, Alhamdulillah setiba disana hujan besarrrr jadi saya masih bisa bernafas panjang karena tak kehujanan. Acara dimulai dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh ust.pri yang begitu nikmat ditelinga ini. Ruanganpun semakin padat hingga tak tersisa kursi kosong karena memang undangan berlaku bagi semua wali murid kelas 1 yang baru. Sambutan awal dari ketua yayasanpun dimulai dan saya merasa tidak nyaman mendengarnya. Karena selain suaranya yang kecil, yang terdengar justru suara ibu-ibu yang sukanya bikin “acara ngobrol sendiri” belum lagi suara hape dan game anak kecil yang begitu memekakan telinga ini. Untung ada yang berani menegurnya sehingga tak berlangsung lama keadaan itu berjalan. Setelah ketua umum memberikan pandanga mengenai konsep sekolah yang sdg dibangun kemudian dilanjut dengan site plan SDIT Harbund kedepannya. Konsepnya memang patut diacungi jempol, namun saya rada pesimis si KK bisa menikmati fasilitas itu semua, bisa jadi pas sekolah sudah sesuai dengan yang diharapkan si KK sudah SMP :)

Ditengah acara seperti biasa untuk menghibur kekakuan tampilah anak-anak kelas dua untuk tafidz hafalan surah Al-Qiyamah. Mungkin bagi wali murid kls 1 (yang baru mendengar) terdengar surprise…! kalau bagi angkatan kaka kelasnya ya sudah biasa memang seperti itu setiap bulan selalu ada tampilan hafalan anak-anak hebat yang luar biasa. Dimana para orang tuanya saja belum hafal namun anak-anak sudah sejauh itu hafalannya dengan begitu fasih dan kencangnya mereka lantunkan. Membuat bulu kuduk merinding saking terharunya. Ya itulah kehebatan sekolahnya si KK yang bertarget menjadikan anak-anaknya menjadi generasi Qurani dengan lulusan yang khatam Qur’an.

Besok si KK sudah kelas 3 dan kebagian jatahnya kelas 3 Ibrahim yang tak lain nama-nama nabi. Point plus itupula yang membuat saya suka dengan sekolah si KK, bahkan target tahun ini ditiadakan kantin dengan tujuan agar anak-anak tidak dibiasakan jajan. So, sekolah yang menyajikan snack sehat yang berasal dari makanan kukusan (selain katering dengan menu sehat yang terjadwal). Rencana pembangunan kelas dengan satu kelas satu kamar mandi, tempat berwudhu dan sarana lainnya membuat saya sebagai wali murid merasa tak sia-sia menyekolahkan si KK disana. Semoga pembangunan total segera terwujud dengan diedarkannya surat pernyataan bantuan tabungan amaliyah sekolah dan juga surat kesepakatan berjalannya Tahfizhul Quran antara pihak sekolah dengan para wali murid guna menjaga kualitas dan kuantitas hafalan para siswa.

Anak-anak yang sdh terbiasa hafalan Al-Quran memang harus terus diulang (muroja’ah) setiap hari agar yang telah berlalu (yang sudah hafal)  tidak lagi lupa. Caranya meliputi :

1. Membentuk semangat untuk menghafal Al-Quran dg menyekolahkan disekolah yang berbasis Qurani
2. Memantafkan hafalan minimal setelah sholat maghrib dan shubuh
3. Membatasi nonton tv dan main game
4. Memanfaatkan teknologi untuk senantiasa mendengarkan bacaan tartil Al-Qur’an
5. Memberikan motivasi menghafal dan cinta Al-Qur’an
6. Memberikan reward dan punishment
7. Menjaga asupan anak yang sehat dan bernutrisi
8. Mencarikan lingkungan yang kondusif untuk menghafal Al-Qur’an
9. Memilih teman-teman yang juga semangat manghafal Al-Qur’an

Tidak sulit bukan? yu ah semangat menghafal Al-Qur’an ^_^

 


Komentar dan Tanggapan: