Alm Bayiku : Mengenangmu Adalah Inspirasi Terbesar Dalam Hidupku

Masih membekas dalam ingatan, kejadian 40 hari lalu, dimana saya masih merasakan gerakan luar biasa dalam perut ini. Saat hendak tidurpun kulafadzkan doa dan dzikir sembari kuelus-elus perut ini. Berharap agar janin dalam kandungan menjadi anak yang sholeh seperti Nabi Daud, cerdas seperti Nabi Sulaiman dan tampan seperti Nabi Yusuf. Sangat hati-hati kujaga pangeran kecilku ini karena memang dia yang sangat Saya harapkan.

Setelah memiliki 3 putri Saya memang berhasrat sekali memiliki keturunan putra. Untuk itulah Sayapun meminta dalam setiap sujud untuk diberikan janin laki-laki dalam perut ini. Alhamdulillah setelah USG doapun terjawab, kata sidokter “monasnya terlihat ya Bu”. Masya Allah hatipun riang tak terkira, bahkan saking senangnya saya malah terharu karena usaha yang saya lakukan ternyata tak sia-sia. Sayapun membagi kebahagiaan pada dunia dengan penuh rasa syukur bahwa saya adalah orang paling beruntung dan sedang berbahagia (mendapatkan impian yang saya idamkan selama ini).

Sayangnya surprise yang saya rasakan itu hanya bertahan dua hari saja, yah karena kejadian selanjutnya tiba-tiba saya pendarahan hebat! Satu hari penuh saya pun diwajibkan bed rest agar tak lagi banyak darah keluar, karena ternyata itu adalah salah satu tanda persalinan. Namun berhubung usia kandungan saya baru jalan 7 bulan, tentu saja sijanin belum matang untuk dilahirkan (prematur) sehingga diusahakan dipertahankan dalam perut. Rupanya dalam perutpun si janin sudah tak sanggup lagi untuk berdetak hingga akhirnya tak terdengar lagi suara jantung itu dan akhirnya harus dilahirkan pula dalam kondisi tak bernyawa, dan itu tak mudah!

Namun saya harus tetap berjuang melahirkannya, walaupun nyawa saya taruhannya. Saat itu dalam pikiran Saya hanya bagaimana caranya agar saya bisa kontraksi dan melahirkannya, agar bayi saya bisa dikuburkan dengan baik (tidak berlama-lama diperut). Akhirnya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah diketahui meninggal Alhamdulillah Sayapun bisa melahirkan dengan segala prosesnya yang luar biasa sekali (labih lama dan lebih sakit dari persalinan normal). Belum sempat saya melihat wajahnya secara jelas (Saya hanya melihat sesaat ketika dokter mengangkatnya saja), beberapa jam setelahnya bayi sayapun langsung di makamkan dipemakaman terdekat rumah dengan segala prosesinya seperti pemakaman jenazah orang meninggal pada umumnya.

Kejadian tersebut sangat menginspirasi saya bahwa :

# Tak selamanya keinginan manusia dikabulkan Allah SWT, karena jika semua keinginan terkabul saya khawatir menjadi manusia yang sombong dan tak lagi membutuhkan bantuan Nya.

# Saya harus maksimalkan perhatian dan kasih sayang pada anak-anak yang sudah ada, yang masih sangat membutuhkan saya.

# Saya mungkin belum pantas mendapatkan keturunan laki-laki, karena bisa jadi saya malah akan terus mengistimewakannya dan tanpa disadari melalaikan anak yang lain.

# Saya harus menjaga diri saya sendiri (terutama) ketika saya hamil, tidak menyamaratakan semua kondisi, karena beda anak beda usia dan semakin bertambah usianya wanita konon lebih rentan terhadap kondisi tertentu.

# Saya adalah wanita, yang berperan sebagai ibu sekaligus istri yang jauh dari kesempurnaan yang harus terus belajar mendekati kesempurnaan.

# Hidup itu berjuang jadi jangan pernah menyesali kejadian apapun yang sudah lewat, yang terpenting ambil hikmah dibalik kejadian yang pernah dialami. Abaikan jika buruk, pertahankan jika baik dan tingkatkan untuk menjadi lebih baik lagi.

Walau Bunda belum sempat melihat jelas wajahmu Nak, namun Bunda merasakan senyum mu disana begitu tulus untuk Bunda. Kaulah inspirasi terbesar dalam hidup Bunda, LUV because Allah.


Komentar dan Tanggapan: